metropadang.com – Di tengah dinamika informasi yang semakin cepat, peran pers sebagai pilar keempat demokrasi kian strategis. Tidak hanya menyampaikan informasi, pers juga menjadi pengawal kebijakan publik sekaligus jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Hal itu menjadi sorotan dalam rapat kerja gabungan Komisi I, II, dan III DPRD Kabupaten Pasaman bersama insan pers, yang digelar di ruang rapat DPRD Pasaman, Jumat (13/2/2026).
Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Nelfri Afandi, menegaskan bahwa kehadiran pers sangat penting dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Ia menyebut, pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik.
“Pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga pendorong kemajuan bangsa. Pemberitaan yang mencerahkan akan memotivasi seluruh elemen, termasuk DPRD, untuk terus meningkatkan kinerja,” ujarnya.
Dalam forum yang turut dihadiri wartawan dari PWI, HIPSI, PJID, dan HIPI tersebut, Nelfri juga menekankan pentingnya kemitraan strategis antara DPRD dan media. Menurutnya, publikasi yang baik terhadap program dan capaian DPRD akan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap kinerja lembaga legislatif.
“DPRD tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan insan pers sebagai mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tambahnya.
Di sisi lain, komitmen peningkatan kualitas pers juga disampaikan Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Yunelda Asra. Ia mengungkapkan bahwa melalui dana aspirasi (pokir), DPRD telah mengalokasikan anggaran untuk pelatihan kompetensi wartawan yang difasilitasi Dinas Kominfo.
Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan era digital yang menuntut jurnalis tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan profesional.
“Dengan peningkatan kompetensi, kita berharap lahir jurnalis yang semakin adaptif, profesional, dan mampu menjaga kualitas pemberitaan,” katanya.
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, sejumlah wartawan turut menyampaikan aspirasi, di antaranya peningkatan anggaran kerja sama media pada 2026 serta penguatan fasilitas media center sebagai sarana pendukung kerja jurnalistik.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Nelfri Afandi menyampaikan apresiasi dan memastikan bahwa seluruh aspirasi akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut DPRD.
Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga memperkuat sinergi antara DPRD dan insan pers dalam mendorong pembangunan daerah yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang semakin solid, DPRD dan pers diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan Kabupaten Pasaman di masa mendatang. (mp)





