Wlikota Padang : Sinergi Lintas sektor sangat diperlukan agar Penanganan Sungai dan Pengendalian banjir dapat Berjalan optimal dan berkelanjutan

0
51
Wali Kota Padang Fadly Amran

Metro Padang.com – Wali Kota Padang Fadly Amran menerima kunjungan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) V, Naryo Widodo, dalam rangka membahas sinkronisasi program penanganan wilayah sungai terdampak bencana di Kota Padang. Pertemuan berlangsung di Gedung Putih, Kompleks Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (22/4/2026).

Pertemuan ini untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat melalui BWS V dengan Pemerintah Kota Padang, khususnya dalam upaya mitigasi dan penanganan dampak bencana yang kerap terjadi di sejumlah wilayah aliran sungai.

Fadly Amran menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar penanganan sungai dan pengendalian banjir dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya penyelarasan program agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di lapangan.

“Kami menyambut baik pertemuan ini sebagai bagian dari upaya menyatukan langkah antara BWS dan Pemko Padang, khususnya dalam menangani wilayah sungai yang terdampak bencana. Sinkronisasi ini penting agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” ujar Fadly Amran.

Fadly Amran juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang berkomitmen mendukung program-program BWS yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal normalisasi sungai, pengendalian banjir, dan penguatan infrastruktur penunjang.

“Kami berharap melalui koordinasi ini, berbagai program strategis dapat segera direalisasikan, sehingga mampu mengurangi risiko bencana serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BWS V Naryo Widodo menyampaikan bahwa pihaknya siap memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang guna memastikan setiap program yang direncanakan dapat berjalan efektif dan terintegrasi.

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang dalam penanganan wilayah sungai, terutama yang terdampak bencana. Kami berharap koordinasi ini mempercepat upaya pemulihan dan mitigasi ke depan,” ungkap Naryo Widodo.Wali Kota Padang Fadly Amran didapuk menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diadakan di Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintah Dalam Negeri I, Bukittinggi, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan PKA angkatan I dan II ini diikuti oleh 82 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berasal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumbar, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Sumatera Utara.

Fadly Amran menegaskan bahwa perubahan merupakan syarat mutlak untuk mencapai kemajuan. Menurutnya, organisasi tidak akan berkembang jika cara kerja tidak ikut beradaptasi dengan dinamika zaman.

“Kalau kita berbicara tentang kemajuan, salah satu hal yang tidak bisa dihindari adalah perubahan. Tidak mungkin kita bisa maju jika cara kerja kita dari waktu ke waktu tidak berubah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadly Amran menekankan bahwa langkah awal dalam melakukan perubahan adalah memahami akar persoalan. Pemimpin harus mengetahui secara jelas apa yang perlu diperbaiki serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Seorang pemimpin itu harus paham akar masalah. Untuk itu, kita harus mau belajar, banyak mendengar, dan menggali informasi. Ketika sebuah masalah sampai ke meja kita, itu artinya orang sedang mencari solusi. Jangan sampai masyarakat pulang tanpa kejelasan,” tegas Fadly Amran.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya dua aspek utama dalam reformasi birokrasi, yakni digitalisasi dan perubahan mindset. Digitalisasi dinilai mampu memperkuat sistem meritokrasi serta mencegah praktik-praktik tidak sehat dalam pengambilan keputusan.

“Saya berharap Bapak dan Ibu semua, sebagai calon pemimpin kedepan, memiliki integritas yang tinggi. Dengan sistem yang kuat dan digitalisasi, siapapun pemimpinnya tidak bisa semena-mena dalam mengambil kebijakan,” tambahnya.

Menutup arahannya, Fadly Amran mengajak seluruh peserta PKA untuk berani memulai perubahan ke arah yang lebih baik, tanpa harus menunggu arahan pimpinan. Ia juga mendorong seluruh aparatur untuk terus meningkatkan kapasitas melalui berbagai pelatihan yang tersedia. (01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini