metropadang.com – Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan perkembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, dan dinamika industri menghadirkan wajah baru dunia kerja. Karena itu, Indonesia perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, memiliki keterampilan relevan, serta mampu mengikuti kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
Saat memberikan kuliah umum bertema Menyiapkan SDM Unggul Masa Depan di Universitas Sumatera Utara, Rabu (8/7), Yassierli menekankan bahwa teknologi tidak menghapus profesi, melainkan mengubah cara bekerja. Oleh sebab itu, setiap pekerja perlu terus meningkatkan kompetensi agar tetap kompetitif.
Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat pelatihan vokasi melalui program upskilling dan reskilling. Selanjutnya, pemerintah memperluas akses layanan ketenagakerjaan melalui platform SIAPkerja yang mengintegrasikan pelatihan, sertifikasi kompetensi, informasi lowongan kerja, dan program pemagangan dalam satu ekosistem digital. Di sisi lain, Program Pemagangan Nasional terus diperluas dengan target 150 ribu peserta.
Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan bahwa perkembangan AI dan ekonomi hijau akan melahirkan kebutuhan kompetensi baru. Karena itu, perguruan tinggi perlu menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan industri agar lulusan siap memasuki dunia kerja.
Menurutnya, perusahaan kini semakin mengutamakan keterampilan yang dapat dibuktikan dibandingkan sekadar ijazah. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun pengalaman sejak dini melalui magang, pelatihan, sertifikasi, organisasi, dan penyusunan portofolio. Dengan langkah tersebut, lulusan akan memiliki daya saing yang lebih kuat ketika memasuki pasar kerja.
Biro Humas Kemnaker





