metropadang.com – Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Padang Laksanakan Reses Masa Sidang I Tahun 2026/2027 ke Daerah Pemilihan (Dapil) untuk menjemput aspirasi dari masyarakat. Empat Pimpinan yang melaksanakan Reses tersebut dimulai dari Ketua DPRD Padang Muharlion, Wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye, Wakil Ketua Osman Ayub dan Wakil Ketua Jupri.
 Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd., M.M., menampung aspirasi warga Komplek Graha Bungo Mas, RT 05 RW 01, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (5/9/2026). Ia juga turun langsung melihat kondisi jalan utama yang menjadi keluhan warga.
Muharlion menyebut sekitar 300 kepala keluarga menghuni kawasan tersebut. Menurutnya, warga meminta pemerintah melanjutkan pembangunan jalan utama yang telah terealisasi sebagian pada 2026. Karena itu, ia menargetkan penyelesaian secara bertahap pada 2027.
Selain jalan, warga mengusulkan pembangunan posyandu, gedung posyandu, serta fasilitas berkumpul bagi pemuda dan masyarakat. Warga juga mengeluhkan banjir yang kerap melanda kawasan Bungo Pasang dan Sungai Tarung saat hujan lebat.
Menanggapi persoalan tersebut, Muharlion akan mendiskusikan pengendalian banjir dengan Balai Sungai karena penanganannya membutuhkan koordinasi lintas kewenangan.
Sementara itu, Ketua RT setempat berharap pembangunan jalan utama sepanjang sekitar 100 meter dapat selesai tahun depan. Ia menilai perbaikan jalan penting untuk mengurangi kerusakan kendaraan dan memudahkan aktivitas warga.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, SH, mendorong kebangkitan sepak bola daerah melalui penguatan pembinaan sejak usia dini. Harapan itu mengemuka dalam reses masa sidang I Tahun 2026/2027 yang mempertemukan pengelola Sekolah Sepak Bola (SSB), atlet, pelatih, dan official se-Kota Padang, Sabtu (5/9/2026).
Dalam pertemuan di Ballroom Palanta Wali Kota Padang, para insan sepak bola menyampaikan persoalan serta kebutuhan pengembangan olahraga tersebut.
Mastilizal Aye menegaskan, sepak bola tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, kerja sama, dan semangat pantang menyerah. Karena itu, ia menilai pembinaan SSB, peningkatan kualitas pelatih, serta perhatian terhadap atlet muda harus menjadi prioritas.
“Kita ingin sepak bola Padang kembali berjaya. SSB, atlet, pelatih, official dan pemerintah harus memiliki tekad yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Kota Padang, Eka Putra Buhari, menyatakan komitmen pemerintah memperkuat sinergi dengan klub, SSB, pelatih, dan insan olahraga. Melalui forum tersebut, Mastilizal berharap aspirasi segera berlanjut menjadi kebijakan dan program nyata.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, di Banang Cafe Nanggalo, 2–5 September 2026. Warga menyampaikan dua isu utama yang mendapat perhatian ialah kerumitan pengurusan dana hibah dan kerusakan riol pascabencana.
Masyarakat mengaku masih kesulitan memahami prosedur pengajuan proposal hibah. Beragam mata anggaran dan skema pembagian bantuan membuat pengurus organisasi, tempat ibadah, serta kelompok masyarakat menghadapi kendala administratif. Karena itu, warga meminta pemerintah memberikan kejelasan alur pengajuan dan pendampingan yang lebih intensif.
Selain itu, warga mendesak pemerintah memperbaiki drainase atau riol yang rusak akibat bencana. Drainase yang tersumbat dan hancur berpotensi memicu banjir susulan apabila pemerintah tidak segera menanganinya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Osman Ayub berkomitmen mengawal keluhan warga hingga pembahasan anggaran Pemko Padang. Ia juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar perbaikan riol masuk prioritas penanganan serta mendorong sosialisasi mekanisme dana hibah yang lebih transparan.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri, S.AP., menyerap aspirasi masyarakat Kelurahan Gurun Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, dalam reses masa sidang I Tahun 2026, Sabtu (5/9/2026).
Pertemuan di Mushalla Nurul Zikilah itu menghadirkan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Lubuk Begalung Liswin, Lurah Gurun Laweh Vebrinanda, Ketua Majelis Taklim Hj. Farida, serta tokoh masyarakat.
Selain itu, tokoh pemuda, Bundo Kanduang, Karang Taruna, niniak mamak, dan pengurus mushalla turut menyampaikan masukan. Melalui reses ini, Jupri membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat.
Jupri menegaskan, setiap aspirasi akan ia catat dan perjuangkan sesuai kewenangan pemerintah daerah serta kemampuan anggaran yang tersedia. (mp)
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini