Pemerintah Kota Padang memperkuat mitigasi banjir dengan memulihkan kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji. Program tersebut menargetkan penanaman 60.000 bibit tanaman hutan di Kecamatan Kuranji dan Pauh selama tujuh bulan.
Program itu menjadi bagian dari Festival Tanam Hulu yang diinisiasi Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia. Penanaman perdana berlangsung di kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Rabu (9/9/2026).
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik untuk mengendalikan risiko banjir, termasuk banjir bandang di wilayah hilir.
Karena itu, Pemko Padang mendorong rehabilitasi kawasan hulu sebagai bagian dari penguatan infrastruktur hijau (green infrastructure). Menurut Fadly, pemulihan kawasan hulu dapat membantu menjaga tata air dan mengurangi tekanan aliran menuju wilayah hilir.
“Penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi harus dibarengi pemulihan kawasan hulu sungai secara berkelanjutan,” ujar Fadly.
Selain itu, pendekatan berbasis ekosistem diharapkan memperkuat ketahanan Padang menghadapi bencana hidrometeorologi.
Program tersebut juga mendapat dukungan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melalui dana TJSL BUMN lebih dari Rp2 miliar untuk rehabilitasi DAS.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia Hendra Amriz menegaskan program berlangsung selama tujuh bulan. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut melalui pemeliharaan dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
(Mul)





