Universitas Negeri Padang (UNP) meraih penghargaan UNS-KND Inclusion Metrics 2026 bersama 11 perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Penghargaan tersebut mengukur tingkat inklusivitas perguruan tinggi dalam memberikan layanan kepada mahasiswa penyandang disabilitas.
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND) mengembangkan instrumen UNS-KND Inclusion Metrics untuk menilai sejauh mana perguruan tinggi menyediakan lingkungan dan layanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D., menyambut penghargaan tersebut sebagai hasil dari komitmen kampus dalam membangun lingkungan pendidikan yang ramah disabilitas.
Menurutnya, UNP menjadi satu-satunya PTN di Sumatera yang membuka Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) di Fakultas Ilmu Pendidikan. Selain itu, UNP menyediakan sarana dan prasarana pendukung serta melibatkan dosen penyandang disabilitas lulusan S3 dari Australia.
Saat ini, sekitar 25 mahasiswa penyandang disabilitas juga menempuh pendidikan di luar Program Studi PLB. UNP juga memperkuat layanan melalui Peraturan Rektor tentang Layanan Disabilitas, Kasubdit Bimbingan Konseling dan Disabilitas, serta SOP Layanan Disabilitas.
Selain itu, UNP rutin menyediakan layanan bagi peserta SNPMB melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di sejumlah ruang ujian.
Penghargaan tersebut diserahkan Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., didampingi Komisioner KND Rachmita Harahap, pada Malam Anugerah Insan Berprestasi UNS 2026 sekaligus penutupan Dies Natalis ke-50 UNS di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Selasa (28/7/2026).
UNP dalam kegiatan tersebut diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt. Penghargaan ini sekaligus memperkuat posisi UNP sebagai kampus yang mendorong pendidikan inklusif dan akses pendidikan bagi semua. (Er/ Humas UNP)





