metropadang.com – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak siang hingga malam hari memicu kenaikan drastis debit Sungai Guo. Akibatnya, sistem penyediaan air baku Perumda Air Minum Kota Padang mengalami gangguan serius.
Derasnya arus sungai menyeret bendungan sementara (temporary weir) yang selama ini mengarahkan aliran air baku ke instalasi pengolahan. Karena itu, pasokan air baku langsung terhenti total.
Selain itu, banjir membawa lumpur, pasir, bebatuan, ranting, dan sampah yang kemudian menutup mulut intake. Kondisi tersebut semakin menghambat proses produksi sehingga instalasi pengolahan air tidak dapat beroperasi.
Dampaknya, ribuan pelanggan di wilayah Kecamatan Kuranji mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara distribusi air bersih.
Saat ini, Perumda belum dapat mengerahkan tim ke lokasi karena arus sungai masih sangat deras dan membahayakan keselamatan petugas. Oleh sebab itu, perusahaan menempatkan keselamatan personel sebagai prioritas utama sebelum memulai perbaikan.
Namun demikian, begitu hujan mereda dan kondisi sungai kembali aman, tim teknis akan segera membangun ulang bendungan sementara, membersihkan material yang menimbun intake, serta memulihkan operasional instalasi pengolahan air.
Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi tantangan besar dalam menjaga kontinuitas layanan air bersih.
“Ini merupakan kondisi force majeure akibat tingginya curah hujan. Meski demikian, seluruh tim teknis sudah bersiaga dan siap bergerak cepat ketika situasi memungkinkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adhie mengajak masyarakat menjaga kelestarian daerah aliran sungai karena keberlangsungan layanan air bersih sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Sementara itu, pelanggan diimbau menghemat penggunaan air dan memanfaatkan cadangan yang tersedia hingga proses pemulihan selesai. (mp)





