metropadang.com – Pemerintah Kota Padang mempercepat pemulihan pascabanjir dengan mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah untuk membersihkan sekolah, fasilitas umum, dan permukiman warga. Selain itu, pemerintah juga mempercepat penyaluran bantuan agar aktivitas masyarakat, termasuk proses belajar mengajar, kembali normal dalam waktu singkat.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen tersebut saat meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir, Selasa (4/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia didampingi Sekretaris Daerah Raju Minropa bersama jajaran kepala OPD. Rombongan memulai peninjauan di SMP Negeri 41 Padang, Kecamatan Kuranji, yang sempat terendam banjir dan dipenuhi lumpur. Selanjutnya, mereka mengunjungi kawasan Lapau Munggu yang dihuni sekitar 60 kepala keluarga terdampak.
Di lokasi tersebut, Fadly turut mendampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerahkan bantuan berupa kasur dan paket sembako kepada warga. Sementara itu, rombongan juga mengunjungi rumah duka seorang warga di Air Pacah yang diduga meninggal akibat kelelahan saat menghadapi banjir.
Fadly menegaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus bergerak cepat membersihkan sekolah agar siswa dapat kembali belajar. Di sisi lain, Pemko Padang juga mengangkut lumpur, kayu, dan pohon yang terbawa arus serta menyalurkan makanan siap saji, pakaian, selimut, dan membuka posko tanggap darurat.
Menurut Fadly, banjir parah tersebar di sekitar 15 titik di Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, dan Lubuk Begalung. Karena itu, ia mendorong percepatan rehabilitasi daerah aliran sungai oleh pemerintah pusat dan provinsi.
Ia juga mengungkapkan curah hujan mencapai sekitar 360 milimeter, lebih tinggi dibanding banjir November 2025. Meski demikian, dampaknya dinilai tidak separah bencana sebelumnya. Terakhir, Fadly mengajak masyarakat terus meningkatkan kesiapsiagaan serta mengapresiasi relawan yang bergotong royong membantu warga terdampak.
(Charlie / Mul / Lakti / Fahri / Eqi / Zulrifky)





