metropadang.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mempercepat pembangunan infrastruktur dengan memanfaatkan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. Dari total tambahan anggaran sebesar Rp534,98 miliar, Pemprov Sumbar mengalokasikan Rp258,45 miliar melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) untuk membiayai 18 program strategis di berbagai daerah.
Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, mengatakan mayoritas kegiatan sudah memasuki tahap pelaksanaan. Hingga 31 Juli 2026, realisasi keuangan mencapai Rp20,84 miliar atau 8,06 persen, sedangkan realisasi fisik menyentuh 20,53 persen.
Menurut Armizoprades, pemerintah memprioritaskan anggaran tersebut untuk memperkuat infrastruktur dasar yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Program itu mencakup peningkatan sistem penyediaan air minum, pembangunan TPA Regional Payakumbuh, pembangunan drainase perkotaan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan provinsi, pembangunan serta penggantian jembatan, pemeliharaan rutin jalan, pengadaan Jembatan Bailey, hingga penguatan tata ruang.
Selain itu, pemerintah mengalokasikan Rp104,39 miliar untuk rehabilitasi jalan provinsi, Rp49,03 miliar bagi rekonstruksi jalan, Rp28,68 miliar untuk penggantian jembatan, Rp26,73 miliar membangun jembatan baru, Rp14,20 miliar menyediakan Jembatan Bailey, dan Rp15,85 miliar mendukung pemeliharaan rutin jalan.
Armizoprades menegaskan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Ia menjelaskan capaian fisik yang masih sekitar 20 persen terjadi karena setiap proyek harus melalui tahapan administrasi, pengadaan, dan pelaksanaan teknis sesuai aturan. Karena itu, pihaknya optimistis seluruh pekerjaan selesai tepat waktu pada Desember 2026. Sementara itu, ia juga mengajak masyarakat mendukung pembangunan serta memaklumi potensi gangguan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung demi menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi Sumatera Barat.
(adpsb/bud)





