Padang — Sebanyak 225 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang memulai perjalanan akademik dengan tantangan baru di tengah perkembangan dunia kesehatan dan teknologi.
Pemerintah Kota Padang mendorong mahasiswa farmasi tidak hanya menguasai ilmu kefarmasian, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI).
Pesan tersebut disampaikan Pemko Padang saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STIFARM Padang Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Lantai 3 Gedung Apoteker Kampus STIFARM, Kurao Pagang, Rabu (9/9/2026).
Mewakili Wali Kota Padang Fadly Amran, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Feri Mulyani Hamid, mengatakan perkembangan teknologi terus mengubah dunia kesehatan. Karena itu, mahasiswa perlu memahami AI dan berbagai perkembangan di bidang kefarmasian.
“Mahasiswa perlu bertransformasi dari pola pikir siswa menjadi pembelajar yang mandiri, kritis, dan inovatif,” ujar Feri.
Menurutnya, kemampuan akademik saja belum cukup. Oleh sebab itu, mahasiswa juga perlu aktif berorganisasi, meningkatkan komunikasi, serta mengembangkan soft skill selama menempuh pendidikan.
Selain itu, Pemko Padang membuka peluang kolaborasi dengan STIFARM melalui program beasiswa luar negeri. Feri mendorong STIFARM menjalin kerja sama untuk mendukung Program Padang Juara.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman pendidikan internasional sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Padang.
Dengan demikian, 225 mahasiswa baru STIFARM diharapkan mampu menjadi tenaga kefarmasian yang adaptif, menguasai teknologi, memiliki kemampuan komunikasi, serta siap memberikan kontribusi bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan LLDIKTI Wilayah X Wilda Nurhadiati dan jajaran civitas akademika STIFARM Padang.
(Defri)





