Buka Acara Gebyar Gebu Minang Kota Padang, Gubernur Mahyeldi Soroti Dampak Positif bagi UMKM

0
1237
metropadang.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah membuka kegiatan Gebyar Gebu Minang Kota Padang yang dirangkai dengan jalan santai dan senam massal di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (17/5/2026). Kegiatan itu diikuti ribuan peserta dan dimeriahkan dengan berbagai doorprize menarik, mulai dari sepeda listrik hingga hadiah hiburan lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus DPP Gebu Minang, DPW Gebu Minang Sumbar, unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Padang, Direksi Bank Nagari selaku sponsor utama, serta pengurus Gebu Minang tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Padang. Kegiatan juga diramaikan ratusan pelaku UMKM yang memadati kawasan Car Free Day.
Dalam sambutannya, Mahyeldi mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Sejalan dengan program provinsi yang memang mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga,” kata Mahyeldi.
Menurutnya sejak beberapa tahun terakhir, Pemprov Sumbar rutin menggelar kegiatan Car Free Day setiap Minggu pagi di Jalan Sudirman Kota Padang. Tujuannya untuk memberi ruang bagi masyarakat berolahraga, bersosialisasi, dan melakukan aktivitas ekonomi produktif secara aman dan nyaman.
“Hari ini dari Gebu Minang saja diperkirakan sekitar 10 ribu peserta. Kalau digabung dengan masyarakat umum yang rutin hadir di CFD, saya kira jumlahnya tidak kurang dari 30 ribu orang. Coba kita bayangkan, berapa besar dampak ekonominya,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menyebut tingginya antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan CFD turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang lokasi kegiatan.
“Dari jam 6 pagi sampai jam 10, masyarakat berbelanja. Ada yang langsung dikonsumsi, ada yang dibawa pulang. Satu outlet bisa menghasilkan Rp1 juta sampai Rp1,5 juta hanya dalam beberapa jam,” ungkapnya.
Ia mengatakan sebagian besar pelaku usaha yang hadir merupakan generasi muda dan mahasiswa yang tengah belajar berwirausaha. Karena itu, pemerintah provinsi terus mendukung kegiatan yang membuka ruang bagi anak muda untuk tumbuh dalam dunia usaha.
“Kita dukung dan fasilitasi karena ini menjadi ruang belajar bagi milenial untuk berbisnis dan berdagang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengapresiasi kontribusi besar para perantau Minang, khususnya Gebu Minang, yang selama ini konsisten melestarikan budaya Minangkabau dimanapun dirinya berada dan membantu masyarakat di kampung halaman, termasuk saat terjadi bencana.
“Kami berterima kasih kepada Gebu Minang Pusat dan para perantau yang selalu hadir membantu kampung halaman. Ketika musibah terjadi, para perantau juga turun langsung membantu masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, kecintaan para perantau terhadap budaya Minangkabau juga terlihat dari semakin banyaknya Rumah Gadang yang dibangun di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Thailand, hingga Jepang.
“Perantau Minang punya kebanggaan besar terhadap budayanya. Mereka menjaga budaya Minang di mana pun berada dan ini sesuatu yang luar biasa,” ujar Mahyeldi.
Sementara itu Ketua Gebu Minang Kota Padang, Endrizal mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum kebangkitan kembali Gebu Minang setelah sempat vakum dari berbagai aktivitas besar beberapa tahun terakhir.
“Tahun 90-an sampai 2000-an Gebu Minang sangat menyala. Setelah kami dilantik akhir 2025, kami ingin menghidupkan kembali semangat itu dimulai dari Kota Padang,” katanya.
Menurut Endrizal, Gebu Minang ke depan akan fokus bergerak di bidang ekonomi dan kebudayaan. Karena itu, mayoritas peserta dan tenant yang hadir berasal dari kalangan UMKM.
“Sebanyak 99 persen peserta hari ini adalah UMKM Kota Padang dan sekitarnya. Ini memang ajang pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Gebu Minang Pusat juga menyerahkan bantuan pascabencana berupa 20 unit gerobak usaha serta bantuan ternak ayam lengkap dengan kandang dan pakan bagi kelompok masyarakat terdampak di Lubuk Minturun dan Pasie Nan Tigo. (adpsb/cen/bud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini