Tanah Datar Bangun Sabo Dam, Infrastruktur Penting Lindungi Permukiman dan Pertanian

0
63

TANAH DATAR, Metropadang.com – Masyarakat Kabupaten Tanah Datar menyambut positif pembangunan Sabo Dam yang saat ini tengah berlangsung di sejumlah titik rawan bencana di kawasan Gunung Marapi. Kehadiran infrastruktur pengendali lahar tersebut dinilai memberikan rasa aman dan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan ancaman banjir lahar dan aliran sedimen pascaerupsi.

Sejumlah tokoh masyarakat dan warga mengungkapkan bahwa pembangunan Sabo Dam menjadi langkah nyata pemerintah dalam melindungi permukiman, lahan pertanian, serta infrastruktur vital dari dampak bencana alam.

Pembangunan Sabo Dam di Kabupaten Tanah Datar secara resmi dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada awal Maret 2026. Proyek strategis nasional tersebut bertujuan memperkuat sistem mitigasi bencana akibat erupsi Gunung Marapi, terutama untuk mengendalikan aliran lahar dingin dan sedimen yang berpotensi mengancam masyarakat di wilayah hilir.

Pada tahap pertama pembangunan yang berlangsung selama periode 2025–2027, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp249,8 miliar. Sebanyak lima unit Sabo Dam dibangun di Kabupaten Tanah Datar, terdiri atas tiga unit di aliran Sungai (Batang) Malana dan dua unit di Batang Anai. Selain itu, dibangun pula satu unit Series River Training Works di Batang Pagu-pagu, Kecamatan X Koto.

Bangunan pengendali sedimen tersebut berfungsi menahan material berupa batuan, pasir, dan lumpur yang terbawa aliran lahar, sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan terhadap permukiman, lahan pertanian, jembatan, maupun jalan nasional.

Dalam jangka panjang, pemerintah merencanakan pembangunan sebanyak 58 unit Sabo Dam yang tersebar di 24 sungai berhulu di Gunung Marapi. Program ini diharapkan menjadi sistem mitigasi permanen guna meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi maupun erupsi gunung api di wilayah Sumatera Barat.

Berdasarkan pantauan Metropadang.com di lapangan, pelaksanaan proyek berlangsung dengan aman dan lancar. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor Subur–Berkah KSO berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 23 Desember 2025.

Pelaksanaan proyek mendapat pengawasan dari Konsultan Supervisi Agrimas Palma Nusantara KSO serta Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Hasil investigasi bersama Media Online Indonesia (MOI) DPW Sumatera Barat dan Metropadang.com juga menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek telah mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku. Penyaluran material didukung oleh CV Linber yang disebut memiliki perizinan lengkap dan resmi.

Di lapangan, para pekerja terlihat menjalankan aktivitas sesuai prosedur keselamatan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagai bagian dari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Masyarakat berharap pembangunan Sabo Dam dapat segera selesai sesuai target sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal bagi kawasan yang selama ini terdampak aliran lahar Gunung Marapi.

Dengan hadirnya infrastruktur tersebut, warga diharapkan tidak lagi dihantui rasa cemas saat beraktivitas, terutama dalam mengelola lahan pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian. Selain meningkatkan rasa aman, keberadaan Sabo Dam juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui terjaganya produktivitas sektor pertanian dan kelancaran akses transportasi di kawasan terdampak.

(Jul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini