Alek Nagari Jadi Strategi Padang Bangun Ekonomi Berbasis Budaya

0
632
metropadang.com – Pemerintah Kota Padang Sumatra Barat menjadikan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah dengan mengintegrasikan tradisi, ekonomi kreatif, dan pengembangan gastronomi berbasis kearifan lokal. Melalui Festival Alek Nagari Nan XX ke-III di Kecamatan Lubuk Begalung, pemerintah mendorong agar warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan daya tarik pariwisata.
Festival yang digelar di Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Sabtu (11/7/2026), menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam menghidupkan kembali tradisi Minangkabau sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan pelestarian budaya harus dilakukan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung sehingga nilai-nilai adat tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali batang tarandam dan mengembalikan sirih ke gagang, pinang ke tampuknya. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Sebagai bentuk penguatan kebijakan, Pemerintah Kota Padang bersama DPRD telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau. Regulasi tersebut menjadi landasan bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan berbagai program pelestarian budaya secara berkelanjutan.
Selain menjaga tradisi, festival juga dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi lokal melalui bazar UMKM, promosi kuliner khas Minangkabau, serta berbagai prosesi adat seperti makan bajamba, batagak gala, marandang, dan malamang. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa budaya memiliki nilai ekonomi yang mampu menciptakan peluang usaha sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.
Ketua Umum Pelaksana, James Hellyward, menjelaskan bahwa Festival Alek Nagari tahun ini juga diarahkan untuk mendukung langkah Kota Padang menuju pengakuan sebagai Gastronomy City dari UNESCO. Menurutnya, kekayaan kuliner dan tradisi masyarakat dapat menjadi fondasi penting dalam membangun identitas gastronomi daerah yang berdaya saing.
Melalui festival ini, panitia berharap dapat memberikan masukan bagi pemerintah dalam menyusun strategi pengembangan gastronomi yang menghubungkan pelestarian budaya, penguatan UMKM, dan promosi pariwisata secara terpadu.
Pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang menunjukkan bahwa pelestarian budaya akan memberikan dampak yang lebih besar apabila diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tradisi tidak hanya diposisikan sebagai warisan yang dijaga, tetapi juga sebagai sumber inovasi, penguatan identitas daerah, dan penggerak ekonomi kreatif. Model pembangunan berbasis budaya seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan tanpa kehilangan jati diri.
(Charlie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini