Sungai Dipenuhi Lumpur, Distribusi Air Bersih di Padang Terganggu

0
731

PADANG — Hujan deras mengguyur Kota Padang sejak Minggu malam (2/8) hingga Senin siang (3/8). Kondisi tersebut membuat sungai membawa lumpur, pasir, dan berbagai material sehingga Perumda Air Minum Kota Padang menghentikan seluruh intake air baku.

Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami gangguan distribusi air bersih. Kawasan pusat kota, bagian utara, hingga selatan berpotensi mengalami penurunan tekanan atau penghentian aliran sementara.

Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan tingkat kekeruhan air sungai sudah melampaui kemampuan instalasi pengolahan air.

“Seluruh intake terpaksa kami off-kan karena kekeruhan air sungai sangat tinggi. Kondisi air baku saat ini tidak bisa diolah sama sekali,” ujarnya, Senin (3/8).

Menurut Adhie, petugas mengambil langkah tersebut untuk menjaga kualitas air. Sebab, memaksakan pengolahan air yang penuh lumpur dapat menghasilkan air yang tidak memenuhi standar.

Sementara itu, personel teknis tetap berjaga di lokasi intake. Mereka memantau debit dan kondisi sungai sekaligus menunggu cuaca membaik.

Setelah hujan reda dan debit sungai turun, petugas akan membersihkan material yang menyumbat intake. Selanjutnya, Perumda akan mengoperasikan instalasi pengolahan air secara bertahap hingga distribusi kembali normal.

Karena itu, Perumda meminta masyarakat menghemat persediaan air selama proses pemulihan. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa cuaca ekstrem tidak hanya memicu banjir, tetapi juga mengganggu layanan dasar masyarakat. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini