metropadang.com – Kepedulian masyarakat Sumatera Barat terhadap korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diwujudkan melalui bantuan pangan berupa rendang. LKAAM Sumbar bersama Gebu Minang Sumbar menargetkan pengiriman lima ton rendang untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Wali Kota Padang sekaligus Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Fadly Amran, mendukung gerakan tersebut saat menghadiri kegiatan memasak rendang di Kantor LKAAM Sumbar, Senin (17/8/2026). Ia mendorong pemanfaatan Sentra Rendang Kota Padang agar produksi bantuan berjalan lebih cepat.
“Kita patut memberikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar yang begitu cepat mengambil langkah membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Fadly.
Menurutnya, gerakan tersebut membuktikan bahwa semangat gotong royong masyarakat Minangkabau dapat diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Apalagi, Sumbar juga pernah menerima bantuan dari berbagai daerah saat menghadapi gempa 2009 dan bencana hidrometeorologi 2025.
Karena itu, Fadly mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat solidaritas hingga masa pemulihan korban bencana.
Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan pihaknya telah mengirim 700 kilogram rendang melalui penerbangan TNI Angkatan Udara. Selanjutnya, mereka akan mengirim bantuan secara bertahap hingga mencapai target lima ton.
“Kita memilih rendang karena siap santap, tahan lama, dan praktis dikonsumsi warga di lokasi bencana,” katanya.
Selain itu, Bundo Kanduang, Hipermi, dan Gebu Minang Peduli turut bergotong royong menyiapkan bantuan. Dengan demikian, rendang tidak hanya menjadi simbol budaya Minangkabau, tetapi juga bergerak menjadi kekuatan solidaritas untuk membantu masyarakat Flores. (mp)





