metropadang.com – Kemampuan berkomunikasi di era digital tidak cukup hanya dengan mampu berbicara atau membuat konten. Mahasiswa juga dituntut mampu memastikan kebenaran informasi, menyampaikan pesan secara jelas, serta menjaga etika dan tanggung jawab sebelum informasi dikonsumsi publik.
Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD mengatakan literasi digital menjadi kemampuan penting bagi mahasiswa karena media digital telah berkembang menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, membangun jejaring, mengembangkan kreativitas, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Komunikasi yang baik bukan hanya tentang bagaimana kita berbicara, tetapi bagaimana pesan yang disampaikan dapat dipahami dan memberikan manfaat bagi orang lain. Di era digital, kita harus cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi. Tingkatkan literasi, periksa kebenaran informasi, dan gunakan media secara bijak,” tegas Tommy saat menjadi pemateri talkshow Communication Festival (COMMFEST) di Fabriek Padang, Sabtu (27/9/2026).
Menurut Tommy, perkembangan platform digital memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk menjadi produsen informasi. Namun, kemudahan membuat dan menyebarkan konten perlu diimbangi kemampuan memilah informasi.
Mahasiswa perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Langkah tersebut penting untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru sekaligus membangun ruang digital yang lebih sehat.
Selain akurasi, cara menyampaikan informasi juga menentukan apakah sebuah pesan dapat diterima dengan baik. Pesan perlu disusun secara jelas, menarik, dan mudah dipahami tanpa mengabaikan konteks maupun etika komunikasi. Kemampuan tersebut dapat menjadi modal bagi mahasiswa, khususnya mereka yang berkecimpung dalam komunikasi, penyiaran, media, maupun produksi konten digital.
Tommy juga menekankan bahwa kemampuan komunikasi perlu berjalan beriringan dengan kepercayaan diri. Keberanian berbicara di depan publik tidak muncul secara instan, tetapi dapat dibangun melalui persiapan, penguasaan materi, dan kemauan untuk terus belajar.
Mahasiswa didorong berani menyampaikan pendapat sekaligus terbuka menerima masukan. Sikap tersebut penting agar kemampuan komunikasi terus berkembang dan tidak berhenti pada kemampuan berbicara semata.
“Jangan takut untuk berbicara dan menyampaikan gagasan. Terus belajar, percaya pada proses, dan berani keluar dari zona nyaman untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri,” ujarnya.
Perkembangan teknologi membuat mahasiswa memiliki ruang yang semakin luas untuk memproduksi dan mendistribusikan informasi. Media sosial, platform video, podcast, hingga berbagai kanal digital dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas dan menyuarakan gagasan.
Namun, besarnya ruang tersebut juga membawa tanggung jawab. Setiap konten yang dipublikasikan dapat menjangkau audiens luas dan membentuk persepsi publik. Karena itu, kecakapan digital perlu dibangun bersama kemampuan berpikir kritis, verifikasi informasi, komunikasi yang efektif, dan kesadaran etika.
Melalui COMMFEST yang diselenggarakan Unit Kegiatan Komunikasi dan Penyiaran Kampus (UKKPK) Universitas Negeri Padang, mahasiswa mendapat ruang untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi dan penyiaran yang relevan dengan perubahan ekosistem media. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa Universitas Negeri Padang dan jajaran panitia penyelenggara.
(Madhan)





