metropadang.com – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan masyarakat dengan membangun kelembagaan Dewan Masjid Indonesia (DMI) hingga tingkat kelurahan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan Program Unggulan Smart Surau, agar pembinaan karakter, pendidikan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dari tingkat akar rumput.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelantikan pengurus ranting DMI dari 22 kelurahan di empat kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Padang Timur, dan Padang Selatan, yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar Pekan Muharam 1448 Hijriah di Masjid Al Yuman Afni UJBP, Kecamatan Kuranji, Sabtu (11/7/2026).
Wakil Wali Kota Padang sekaligus Ketua DPD DMI Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan penguatan organisasi DMI di tingkat kelurahan merupakan langkah untuk menghadirkan pengelolaan masjid yang lebih aktif, terorganisasi, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap pengurus DMI di tingkat kelurahan mampu menjadi fasilitator, motivator, dan dinamisator dalam menggerakkan serta memakmurkan masjid dan musala di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Menurut Maigus, masjid memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. Masjid perlu menjadi ruang pembelajaran, pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Karena itu, keberhasilan Program Smart Surau sangat bergantung pada kuatnya organisasi pengelola masjid hingga tingkat lingkungan.
Untuk mendukung peran tersebut, Pemerintah Kota Padang berkomitmen memperkuat kapasitas kelembagaan DMI melalui dukungan anggaran, pembinaan organisasi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Penguatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan program-program kemasyarakatan yang berbasis masjid.
Ketua Pelaksana, Zainal A. Haris, menjelaskan bahwa konsolidasi organisasi DMI hampir rampung di seluruh wilayah Kota Padang. Setelah pelantikan tahap kedua ini, hanya Kecamatan Bungus Teluk Kabung yang masih akan menyelesaikan pembentukan pengurus ranting.
Ia menambahkan bahwa pengurus ranting akan menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program organisasi, mulai dari memakmurkan masjid, mengembangkan kegiatan keagamaan, hingga mendukung implementasi Program Smart Surau di tingkat kelurahan.
Pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang menunjukkan bahwa pembangunan karakter masyarakat tidak hanya bertumpu pada pendidikan formal, tetapi juga memerlukan penguatan institusi sosial dan keagamaan di tingkat komunitas. Dengan memperkuat kelembagaan masjid, meningkatkan kapasitas pengurus, serta membangun kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, masjid dapat berfungsi sebagai pusat pembinaan generasi muda, penguatan nilai-nilai kebangsaan, sekaligus pemberdayaan sosial. Model penguatan kelembagaan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengoptimalkan peran rumah ibadah sebagai pusat pembangunan masyarakat.