metropadang.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada pasien yang terlantar setelah menjalani pelayanan medis. Pemerintah menggandeng rumah sakit, BPJS Kesehatan, Baznas, lembaga filantropi, serta berbagai pihak terkait.
Mahyeldi menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri penandatanganan MoU dan PKS Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Pasien Terlantar di Aula RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (20/8/2026).
Menurut Mahyeldi, persoalan pasien terlantar tidak cukup diselesaikan melalui layanan medis. Karena itu, berbagai pihak harus menangani kebutuhan pasien secara terpadu, mulai dari administrasi, jaminan kesehatan, pembiayaan, hingga pemulangan dan reunifikasi dengan keluarga.
“Dengan adanya kerja sama lintas sektor ini, akan ada kecepatan layanan, lebih akurat, dan lebih tepat sasaran,” ujar Mahyeldi.
Selanjutnya, Mahyeldi menegaskan pemerintah harus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan sosial dan ekonomi. Ia juga mendorong Baznas serta lembaga filantropi menciptakan skema pembiayaan sosial yang berkelanjutan.
“Tugas pemerintah sebenarnya sederhana, yaitu menghubungkan antara yang ghani dan yang dhaif,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas menyebut penanganan pasien terlantar sebagai tanggung jawab bersama. Rumah sakit masih menemukan pasien tanpa identitas, keluarga, penanggung jawab, maupun jaminan kesehatan.
Oleh karena itu, kolaborasi tersebut akan mencakup penelusuran identitas, fasilitasi jaminan kesehatan, dukungan sosial dan pembiayaan, hingga pemulangan pasien.
Selain itu, para pihak akan memperkuat koordinasi melalui PIC, standar operasional, sistem informasi, serta monitoring dan evaluasi. Dengan langkah tersebut, pelayanan pasien terlantar di Sumbar diharapkan semakin cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
(adpsb/rmz/bud)





