Korea Selatan Jajaki Energi dari Gas Metan TPA Padang

0
1245

metropadang.com – Tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aia Dingin, Kota Padang, tengah dijajaki untuk diubah menjadi sumber energi. Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) bersama delegasi lingkungan hidup Korea Selatan meninjau langsung potensi gas metan dari sel-sel sampah yang sudah tidak aktif untuk dikembangkan menjadi pembangkit listrik.

Chief Representative KEITI Indonesia Kang Min Soo bersama delegasi lingkungan hidup Korea Selatan dan Konsulat Perwakilan Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Sumatra melakukan peninjauan lapangan di TPA Aia Dingin, Rabu (12/8/2026).

Peninjauan menjadi bagian dari penjajakan kerja sama pengelolaan sampah dan pemanfaatan teknologi lingkungan antara Kota Padang dan Korea Selatan. Fokus awal diarahkan pada pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah lama.

Kepala UPTD TPA dan IPLT Aia Dingin Syahrial mengatakan, pemanfaatan gas metan tersebut masih berada pada tahap kajian teknis. Tim Korea Selatan terlebih dahulu memetakan kondisi dan potensi sel sampah yang sudah tidak aktif sebelum menentukan bentuk teknologi dan tahapan pelaksanaannya. “Tim dari Korea Selatan datang untuk memantau langsung sel-sel yang sudah tidak aktif lagi dan akan dimanfaatkan sebagai gas metan,” ujar Syahrial.

Menurut dia, hasil penjajakan sementara menunjukkan potensi gas metan di kawasan TPA Aia Dingin cukup besar untuk dikembangkan menjadi energi listrik. “Menurut tim dari Korea Selatan, potensi kita di sini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gas metan yang bisa dijadikan pembangkit tenaga listrik,” katanya.

TPA Aia Dingin saat ini menerima sekitar 600-700 ton sampah per hari. Namun, pemanfaatan sampah yang masuk masih terbatas pada sebagian kecil sampah organik untuk pembuatan kompos dan pakan ternak.

Kondisi tersebut membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah yang lebih luas, terutama untuk mengurangi beban timbunan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi dari sampah. Jika kajian teknis dan rencana investasi dapat direalisasikan, gas metan dari sel sampah tidak aktif berpotensi menjadi sumber energi listrik yang dapat disalurkan ke jaringan PLN.

Meski demikian, Syahrial menegaskan belum ada jadwal pasti pembangunan fasilitas pemanfaatan gas metan karena prosesnya masih menunggu hasil kajian dan pembahasan teknis lebih lanjut.

Pengelola TPA Aia Dingin menyambut terbuka peluang investasi tersebut. Kehadiran investor diharapkan tidak hanya memperkuat pengolahan sampah menjadi energi, tetapi juga mempercepat transformasi pengelolaan sampah di Kota Padang dari sekadar persoalan lingkungan menjadi sumber daya yang bernilai.

Langkah itu sekaligus sejalan dengan penjajakan Pemko Padang bersama KEITI sebelumnya untuk mengembangkan pengelolaan sampah, energi terbarukan, teknologi limbah, dan investasi lingkungan secara berkelanjutan.

(Tfk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini