Pemkot Padang Wajibkan Ayah Ambil Rapor dan Antar Anak ke Sekolah

0
43

metropadang.com – Pemerintah Kota Padang mengambil langkah progresif untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pola pengasuhan yang lebih seimbang. Melalui kebijakan terbaru, Pemkot mendorong ayah terlibat aktif dalam pendidikan anak guna membentuk generasi yang sehat secara emosional dan mental.

Komitmen itu diwujudkan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 400.13.1/104/DP3AP2KB-PDG/2026. Dalam surat tersebut, Pemkot mengimbau para ayah atau wali ayah mengambil rapor anak secara langsung serta mengantar anak pada hari pertama sekolah.

Kebijakan ini menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Pemkot Padang menegaskan bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama ayah dan ibu. Kehadiran ayah berperan penting dalam membentuk karakter, menumbuhkan rasa aman, dan mendukung perkembangan psikologis anak.

Peran Ayah Perkuat Kedekatan Emosional

Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, mengatakan keterlibatan ayah dalam aktivitas sekolah memberi dampak positif bagi tumbuh kembang anak.

Menurutnya, kehadiran ayah pada momen penting di sekolah dapat mempererat hubungan emosional dengan anak. Kehadiran itu juga menghapus anggapan bahwa pengasuhan hanya menjadi tanggung jawab ibu.

Boby menilai program ini menjadi salah satu upaya mengurangi fenomena fatherless, yaitu kondisi ketika anak tumbuh tanpa keterlibatan aktif figur ayah.

“Kehadiran ayah di sekolah mampu menciptakan kedekatan emosional yang kuat. Hal ini meningkatkan rasa percaya diri, memberi kenyamanan, dan membantu anak lebih siap mengikuti proses belajar,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjelaskan bahwa gerakan ini menyasar seluruh ayah yang memiliki anak pada berbagai jenjang pendidikan. Program tersebut mencakup PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.

Setiap sekolah dapat menyesuaikan pelaksanaan program dengan kalender akademik dan jadwal masing-masing.

Untuk mendukung program ini, Pemkot mengantisipasi kemungkinan benturan dengan jam kerja. Karena itu, ayah atau wali yang mengikuti kegiatan tersebut dapat memperoleh dispensasi keterlambatan masuk kerja sesuai ketentuan di instansi atau tempat kerja masing-masing.

Pemkot juga telah menyampaikan kebijakan tersebut kepada kepala perangkat daerah, instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD, serta para camat dan lurah.

Pemkot Padang meminta seluruh satuan pendidikan ikut menyukseskan gerakan tersebut. Sekolah diharapkan menyampaikan jadwal pembagian rapor dan hari pertama sekolah lebih awal agar para ayah dapat menyesuaikan agenda mereka.

Selain itu, sekolah juga diharapkan menciptakan lingkungan yang mendukung keterlibatan ayah dalam berbagai kegiatan pendidikan.

Langkah ini sejalan dengan upaya Pemkot Padang memperkuat pembangunan sumber daya manusia dari lingkungan keluarga. Di tengah tantangan pengasuhan digital, krisis komunikasi keluarga, dan meningkatnya tekanan psikologis pada anak, kehadiran ayah menjadi faktor penting dalam menciptakan keluarga yang sehat.

Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Pemkot Padang berharap hubungan keluarga dan sekolah semakin erat. Dengan begitu, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui komunikasi yang hangat di rumah.

Bagi Kota Padang, investasi terbaik untuk masa depan tidak hanya berupa pembangunan fisik. Membangun keluarga yang kokoh juga menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi unggul.

(Taufik / Charlie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini