metropadang.com – Kegiatan 1 Day Workshop Borneo Flasher Indonesia Tour 2026 resmi digelar di Hotel Truntum Padang, Minggu (17/5/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan teknisi dari berbagai daerah di Sumatera sebagai wadah peningkatan kompetensi dan pengembangan jaringan profesional di bidang teknologi dan servis perangkat elektronik.
Terlihat dalam backdrop kegiatan, acara tersebut didukung berbagai sponsor dan mitra strategis, di antaranya OG Super Shinestar, BTACC, Meetoo, HCB, Victory, dan Lorus. Workshop ini juga melibatkan sejumlah komunitas teknisi dan organisasi pendukung lainnya.
CEO Borneo Flasher Indonesia, Rizal Arsyad Dini, bersama para pengurus DPP dan DPD hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Selain itu, Kepala BPP Padang dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, Arnov Tri Hartanto, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan workshop.
Dalam sambutan yang ditayangkan melalui video, Menteri Ekonomi Kreatif RI,Teuku Riefky Harsya, menyebut Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar. Menurutnya, peningkatan kapasitas teknisi menjadi langkah penting dalam menghadapi perkembangan industri teknologi dan ekonomi digital.
Berikutnya CEO Podomoro Padang Ibnu triyono dalam sambutannya mengatakan “Kami juga berterima kasih karena telah menunjuk Kota Padang sebagai salah satu kota untuk pelaksanaan kegiatan ini. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor dan stakeholder, sangat membantu terselenggaranya acara Tour Borneo Bresla Indonesia 2026 dan Terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah mendukung kegiatan-kegiatan teknisi di seluruh Indonesia. Dukungan ini menjadi motivasi bagi teman-teman teknisi untuk semakin maju dan profesional.”
Ia juga mengapresiasi program workshop yang digelar Borneo Flasher Indonesia karena dinilai mampu mencetak teknisi yang profesional dan mandiri serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Ketua panitia menyebut jumlah peserta mencapai lebih dari 450 orang yang berasal dari Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga Medan. Tingginya antusiasme peserta membuat panitia harus menutup pendaftaran lebih awal.
Kegiatan ini mengusung konsep upskilling dan networking, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan materi teknis dari instruktur profesional, tetapi juga memperluas relasi dan peluang kerja di dunia teknologi servis Indonesia. (mp)