Mahyeldi: Jangan Jadi Penyebab Sampah, Jadilah Pelopor Pengelolaan Lingkungan

0
52

metropadang.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memimpin gotong royong (goro) massal serentak dalam Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pantai Purus, Padang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut terhubung melalui telekonferensi dengan Presiden RI, Prabowo Subianto. Pemerintah menggelar kegiatan ini dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Mahyeldi melepas sekitar 430 peserta yang mengikuti aksi bersih-bersih di sepanjang Pantai Purus. Peserta berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, akademisi, komunitas, kelompok masyarakat, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan pelaku usaha perhotelan.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa masyarakat harus mewujudkan peringatan Hari Lingkungan Hidup melalui tindakan nyata.

“Hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’. Kesadaran lingkungan harus hadir dalam tindakan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Mahyeldi menilai upaya menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia meminta bupati dan wali kota di Sumbar terus menggerakkan partisipasi warga hingga tingkat RT, RW, kelurahan, dan nagari.

“Alam Sumbar sangat indah. Jika kesadaran masyarakat terus tumbuh, daerah kita akan semakin bersih, sehat, nyaman, dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Ia juga menyoroti persoalan sampah. Menurutnya, masyarakat perlu menyelesaikan masalah sampah dari sumbernya melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat.

Sampah organik dapat menjadi kompos atau pakan maggot. Sementara itu, masyarakat dapat mendaur ulang sampah anorganik seperti plastik menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kami berharap pemerintah kabupaten dan kota semakin serius mendorong pemilahan sampah. Langkah ini harus dimulai dari rumah tangga. Sampah bisa menjadi berkah jika masyarakat mengelolanya dengan baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Sumbar terus mendorong pengelolaan sampah mandiri di kantor pemerintahan dan sekolah SMA/SMK negeri.

“Kami terus mendorong kantor pemerintah dan sekolah untuk mengolah sampah secara mandiri. Sampah harus dikelola di tempat masing-masing agar tidak seluruhnya berakhir di TPA,” tegas Mahyeldi.

Mahyeldi meyakini budaya pengelolaan sampah dari sumber akan mengurangi beban tempat pembuangan akhir. Langkah tersebut juga dapat membentuk karakter masyarakat yang lebih peduli lingkungan.

Karena itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup Sumbar segera menyusun panduan praktis pengelolaan sampah yang mudah diterapkan masyarakat.

Selain masalah kebersihan, Mahyeldi juga menyoroti hubungan antara lingkungan dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, sektor pariwisata sangat bergantung pada kebersihan dan penataan kawasan.

Ia mencontohkan penataan Pantai Padang saat menjabat Wali Kota Padang pada periode 2014–2018. Saat itu, pendapatan daerah dari sektor pariwisata meningkat hingga 600 persen.

“Peningkatan itu menunjukkan bahwa kebersihan dan penataan lingkungan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Mahyeldi juga mengapresiasi dukungan perusahaan swasta, BUMN, BUMD, perbankan, komunitas, dan relawan yang ikut menyukseskan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Kita ingin Gerakan Indonesia Asri benar-benar hidup di tengah masyarakat. Kesadaran menjaga kebersihan harus menjadi budaya. Jangan menjadi penyebab sampah, tetapi jadilah pelopor dalam mengelola dan mengurangi sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Tasliatul Fuaddi, melaporkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan pemerintah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan perguruan tinggi.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi stimulus agar masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan,” kata Tasliatul.

Ia menjelaskan bahwa sekitar 430 orang mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 230 peserta berasal dari OPD Pemprov Sumbar. Kemudian, 35 peserta berasal dari instansi vertikal dan akademisi. Sebanyak 55 peserta berasal dari komunitas dan kelompok masyarakat. Sisanya berasal dari perusahaan, BUMN, BUMD, dan sektor perhotelan.

Gerakan bersih-bersih pantai itu juga mendukung peluncuran Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Pemerintah pusat mencanangkan gerakan tersebut untuk memperkuat budaya peduli lingkungan di seluruh Indonesia. (adpsb/cen/bud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini