Metro Padang.com– Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pertemuan koordinasi internal dengan para dosen pada Kamis (8/1/2025), untuk menyusun strategi dan sumbangsih pemikiran dalam mendukung upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat.Pertemuan ini merupakan langkah cepat UNP sebagai bagian dari Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera yang melibatkan 11 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Inisiatif ini selaras dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi nasional antar-institusi.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, berupa banjir bandang, aliran sedimen pekat, kerusakan infrastruktur vital, serta rusaknya permukiman dan lahan pertanian. Pemulihan yang direncanakan mendukung SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan menguatkan ketangguhan terhadap bencana iklim, serta SDGs 15 (Ekosistem Daratan) melalui rehabilitasi lahan.h
Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D. menekankan pentingnya peran akademisi untuk memberikan kontribusi pemikiran strategis dan inovatif. Pertemuan yang digelar di Ruang Sidang Senat Lt. 4 Gedung Rectorate and Research Center ini bertujuan merumuskan strategi pemulihan komprehensif yang mencakup aspek lingkungan, prasarana umum, ekonomi, dan sosial-psikologis masyarakat terdampak di Sumatera Barat.
1. Tata Ruang, Hunian, dan Permukiman (SDG 9 – Infrastruktur Tangguh & SDG 11)
2. Pendidikan dan Literasi Kebencanaan (SDG 4 – Pendidikan Berkualitas & SDG 13)
3. Ekonomi, Sosial dan Budaya (SDG 8 – Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi)
4. Kesehatan, Psikososial, dan Pendidikan (SDG 3 & SDG 4)
Konsorsium ini beroperasi dengan prinsip “Build Back Better” (Membangun Kembali dengan Lebih Baik), yang menekankan pada pembangunan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Prinsip ini merupakan implementasi langsung dari SDG 9 dan SDG 11.
Dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) diharapkan dapat mempermudah integrasi hasil kajian akademik ke dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan, sebagai wujud kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (Ab/Hms





