Pemko Padang dan UNP Susun Roadmap Gastronomi untuk UNESCO Gastronomy City 2027

0
1333

metropaang.com – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang (UNP) untuk menyusun Roadmap Gastronomy Kota Padang 2026–2030. Roadmap ini menjadi bagian penting dalam persiapan pengajuan Padang sebagai UNESCO Gastronomy City 2027.

Koordinasi penyusunan roadmap berlangsung di Ruang Kepala LPPM UNP, Jumat (12/6/2026). Pertemuan tersebut mempertemukan tim Dinas Pariwisata Kota Padang, tim penyusun Dossier Gastronomy, dan konsultan budaya berpengalaman dalam proses nominasi UNESCO, KRT Gaura Mancacaritadipura.

Dari UNP, hadir Tim Ahli Roadmap Gastronomy yang terdiri dari Dr. Haris Satria, M.Sn., Okki Trinanda, S.E., M.M., Dr. Yesi Puspita, M.Sn., Prof. Abna Hidayati, M.Pd., serta perwakilan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) UNP.

Padang Miliki Modal Kuat di Bidang Gastronomi

Dalam pemaparannya, Dr. Haris Satria menjelaskan sejumlah keunggulan yang mendukung langkah Padang menuju UNESCO Gastronomy City. Keunggulan tersebut meliputi kuliner Padang yang telah dikenal dunia, kawasan heritage Kota Tua Padang, keberagaman etnis, serta tradisi makan bajamba yang sarat nilai kebersamaan.

Menurutnya, pengajuan UNESCO tidak hanya menonjolkan makanan khas daerah. Pengajuan itu juga harus menunjukkan kekuatan ekosistem gastronomi yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Yang ingin kita tunjukkan bukan hanya makanannya, tetapi ekosistem gastronominya. Mulai dari tradisi, budaya, pelaku usaha, komunitas, hingga dukungan akademisi dan pemerintah yang bersama-sama menjaga dan mengembangkan warisan tersebut,” ujarnya.

Roadmap Jadi Arah Strategis Pengembangan Gastronomi

Dalam forum diskusi, para akademisi UNP memberikan berbagai masukan untuk memperkuat roadmap dan dokumen pengajuan UNESCO. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan strategi pengembangan gastronomi Kota Padang.

Tim penyusun berharap Roadmap Gastronomy 2026–2030 dapat menjadi pedoman pengembangan gastronomi secara berkelanjutan. Selain itu, roadmap tersebut akan menjadi dasar penyusunan dossier yang akan diajukan ke UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Kolaborasi Pentahelix Perkuat Peluang Padang

Para peserta diskusi juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pelaku usaha.

UNESCO tidak hanya menilai kekayaan kuliner suatu daerah. Lembaga tersebut juga melihat komitmen para pemangku kepentingan dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan gastronomi sebagai identitas kota.

Karena itu, sinergi antarpihak menjadi faktor penting dalam memperkuat peluang Padang meraih status UNESCO Gastronomy City.

Peran Strategis UNP dan Dukungan terhadap SDGs

LPPM UNP memegang peran strategis dalam penyusunan roadmap berbasis riset dan data akademik. Melalui kajian ilmiah yang komprehensif, UNP membantu memperkuat fondasi pengembangan gastronomi Kota Padang.

Keterlibatan UNP juga mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kontribusi tersebut mencakup SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui riset dan kajian akademik.

Selain itu, program ini mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis kuliner. Upaya tersebut juga sejalan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui pelestarian warisan gastronomi Minangkabau.

Di sisi lain, kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, media, dan pelaku usaha mencerminkan implementasi SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi itu menjadi modal penting dalam mewujudkan Padang sebagai UNESCO Gastronomy City 2027. (mp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini