Sekda Sumbar Apresiasi Peran PNM Perkuat Ekonomi Keluarga dan UMKM

0
1452
metropadang.comĀ  – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengapresiasi kontribusi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memperkuat ekonomi keluarga dan mendorong pertumbuhan usaha mikro di daerah.
Dalam lima tahun terakhir, PNM menyalurkan pembiayaan sebesar Rp12,6 triliun kepada 384 ribu nasabah di Sumbar. Capaian itu menunjukkan peran penting PNM dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan hal tersebut saat mewakili Gubernur Sumbar membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 di Convention Hall Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan bertema ā€œUMKM Tangguh, Cerdas Finansial, Lengkap Legalitasā€ itu diikuti sekitar 500 pelaku UMKM yang merupakan mitra binaan PNM.
Pemprov Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga
Pada kesempatan itu, Arry juga menyampaikan permohonan maaf Gubernur Sumbar yang tidak dapat hadir karena menjalankan agenda di luar daerah.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Sumbar sangat menghargai konsistensi PNM dalam mendampingi pelaku usaha, terutama perempuan. Menurutnya, dukungan modal dan pembinaan yang diberikan PNM telah membantu banyak keluarga meningkatkan kesejahteraan.
ā€œAtas nama Pemerintah Provinsi Sumbar, kami mengucapkan terima kasih kepada PNM. Perannya sangat besar dalam membantu ibu-ibu pelaku usaha menjadi lebih mandiri dan mampu mengembangkan usahanya,ā€ ujar Arry.
Ia menilai penguatan ekonomi daerah harus dimulai dari keluarga. Karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu strategi penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
ā€œKalau ibu-ibunya kuat, ekonomi keluarga juga kuat. Program pembangunan yang melibatkan ibu-ibu hampir selalu berhasil. Hal itu telah dibuktikan PNM selama ini,ā€ katanya.
Arry juga mengajak seluruh nasabah memanfaatkan berbagai program pembinaan yang tersedia. Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan dapat membantu usaha mikro berkembang dan naik kelas.
ā€œPNM sudah memberikan modal, membina, dan mendampingi. Sekarang tugas kita memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya agar usaha mikro berkembang menjadi usaha kecil, lalu tumbuh menjadi usaha menengah yang lebih kuat dan berdaya saing,ā€ ujarnya.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Kabupaten Solok, Deni Prihatno, yang mewakili Bupati Solok, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
Menurutnya, sektor UMKM terbukti mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Karena itu, kegiatan PKU memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut membekali peserta dengan pengetahuan mengenai manajemen usaha, legalitas, pemasaran, serta pengembangan jaringan bisnis.
ā€œPelatihan seperti ini bukan hanya menambah ilmu dan wawasan. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing,ā€ katanya.
PNM Targetkan Pembiayaan Rp2 Triliun di Sumbar
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT PNM, Husein, menjelaskan bahwa PKU menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong pelaku usaha mikro dan ultra mikro tumbuh secara berkelanjutan.
Secara nasional, PNM kini memiliki 12,6 juta nasabah aktif. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan tersebut telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp387 triliun kepada 22 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro.
Di Sumbar, PNM mengoperasikan 102 unit layanan Mekaar dan 14 kantor ULaMM. Total pembiayaan yang telah disalurkan di daerah ini mencapai Rp12,6 triliun.
ā€œTahun 2026 menjadi momentum akselerasi bagi PNM di Sumbar. Kami menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2 triliun. Selain itu, kami juga menargetkan 986 kegiatan pelatihan dan pendampingan lanjutan bagi sekitar 39 ribu nasabah,ā€ ungkap Husein.
Kegiatan PKU Akbar 2026 turut menghadirkan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jajaran PT PNM, Bank Rakyat Indonesia Regional Padang, unsur Forkopimda Kabupaten Solok, serta pelaku UMKM dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Melalui kegiatan tersebut, PNM dan pemerintah daerah berharap pelaku UMKM semakin tangguh, memiliki legalitas usaha yang lengkap, serta mampu meningkatkan kapasitas bisnisnya untuk bersaing di pasar yang lebih luas. (adpsb/cen/bud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini