metropadang.com – Universitas Negeri Padang (UNP) mempertegas peran strategisnya dalam mempercepat transisi energi bersih dan inklusif di Indonesia sekaligus memperkuat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Melalui Kepala UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (Career Development and Entrepreneur Centre UNP), Dr. Efni Cerya, UNP menjadi satu-satunya perwakilan perguruan tinggi dari Indonesia yang diundang secara khusus dalam Diskusi Meja Bundar (Roundtable) Industri bertajuk “Powering Gender Equality, Disability and Social Inclusion in Indonesia’s Renewable Energy Transition”. Acara ini diselenggarakan oleh Asian Development Bank (ADB) bersama program SIAP2 dan ACFP pada Selasa, 6 Oktober 2026 di Hotel Pullman, Jakarta.
Kegiatan tingkat tinggi ini dibuka secara resmi oleh jajaran pimpinan dan pejabat kunci, yaitu: Bobur Alimov, Country Director, Indonesia Resident Mission (IRM), Asian Development Bank (ADB); Natalie Mendelshon, A/g Minister Counsellor for Economic, Trade and Sustainability, Kedutaan Besar Australia; Abdul Malik Sadat Idris, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Bappenas; serta Dr. Amurwani Dwi Lestariningsih, Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Pertemuan nasional ini diselenggarakan untuk merespons target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang memproyeksikan penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 42,6 GW dan penciptaan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja hijau baru.
Dalam agenda strategis tersebut, Dr. Efni Cerya memegang peran kunci dalam memfasilitasi pembahasan Pilar 1, yaitu “Pipeline Education-to-Work” (Jalur Pendidikan ke Dunia Kerja). Beliau tampil sebagai narasumber dalam sesi Fireside Chat bersama praktisi industri (Supreme Energy Muara Laboh dan Vena Energy) yang dipandu oleh Executive Vice President PT PLN, Dr. Kamia Handayani, serta bertindak sebagai fasilitator diskusi tematik (Deep Dive) bersama Gender Specialist ADB, Harumi Toyama.
Langkah strategis ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembentukan jalur pendidikan ke dunia kerja energi terbarukan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi perempuan serta kelompok disabilitas.
“Sebagai satu-satunya perwakilan perguruan tinggi di Indonesia yang diundang dalam forum ini, UPT PKK UNP berkomitmen penuh untuk memfasilitasi mahasiswi dan lulusan UNP agar dapat bertransisi secara mulus ke dunia industri. Kemitraan strategis ini tidak hanya mengakselerasi pencapaian IKU 2 UNP terkait keterserapan alumni di dunia kerja, tetapi juga memastikan lulusan kita menjadi garda terdepan dalam mendukung transisi energi bersih nasional,” tegas Dr. Efni Cerya. (Efni/KKPS UNP)





