Pendapatan Indosat Tumbuh 11%, Bisnis AI Cloud Dibidik Tembus US$100 Juta pada 2026

0
1168

Jakarta, metropadang.com – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) mencatatkan kinerja bisnis yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan membukukan pendapatan Rp45,8 triliun, tumbuh 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, EBITDA mencapai Rp21,1 triliun, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 37,2% menjadi Rp4,9 triliun. Capaian ini memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh strategi personalisasi layanan berbasis kecerdasan buatan (AI), peningkatan kualitas jaringan, serta optimalisasi teknologi 5G. Hasilnya, rata-rata pendapatan per pengguna atau ARPU naik 16,5% menjadi Rp46.000. Sementara itu, trafik data meningkat 16% menjadi 14.829 petabyte.

President Director and CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa bisnis telekomunikasi tetap menjadi fondasi utama perusahaan untuk mengembangkan teknologi AI dan menciptakan sumber pendapatan baru.

Sejalan dengan strategi tersebut, Indosat AI Cloud membukukan pendapatan US$50 juta selama sembilan bulan pertama 2026. Angka ini melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai US$28 juta. Bahkan, perusahaan menargetkan pendapatan AI Cloud menyentuh US$100 juta hingga akhir tahun.

Untuk mendukung ambisi itu, Indosat mengembangkan ekosistem AI terintegrasi melalui jaringan fiber RAIA Grid sepanjang 86.000 kilometer, infrastruktur Zankore, serta Indosat Intelligence Suite bersama F5.

Dengan langkah tersebut, Indosat tidak hanya memperkuat bisnis konektivitas, tetapi juga memperluas peluang komersial AI sekaligus mendukung percepatan transformasi digital Indonesia. (mp)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini