metropadang.com – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat legalitas, sertifikasi halal, serta akses permodalan. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing sekitar 740 ribu UMKM di Sumbar.
Mahyeldi menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza dalam Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Jumat (9/10/2026).
Menurut Mahyeldi, UMKM berperan penting dalam menopang ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memperluas akses layanan dan perlindungan usaha, terutama setelah Sumbar menghadapi berbagai bencana alam dan tekanan ekonomi.
“ NIB ini KTP-nya usaha. Karena itu, kami mendorong pelaku UMKM segera mengurus legalitasnya,” ujar Mahyeldi.
Selain legalitas, Mahyeldi menekankan pentingnya sertifikasi halal dan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyaluran KUR di Sumbar pada 2025 hampir mencapai Rp8 triliun, sedangkan pada 2026 mendekati Rp6,5 triliun.
Sementara itu, Helvi Yuni Moraza menilai masyarakat Minangkabau memiliki potensi kewirausahaan yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memperluas fasilitas, akses pasar, dan pembiayaan bagi pelaku usaha.
Kementerian UMKM juga mendorong pemanfaatan SAPA UMKM agar pelaku usaha terdata dan lebih mudah mengakses program pemerintah.
Festival tersebut diikuti 800 pengusaha UMKM. Panitia menghadirkan layanan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran merek, perlindungan kekayaan intelektual, konsultasi pembiayaan, sertifikasi halal, pameran produk unggulan, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Mahyeldi berharap UMKM Sumbar semakin berkembang, tangguh menghadapi tantangan ekonomi, dan mampu memperluas pasar.
(adpsb/cen)





