Pemerintah Kota Padang mempercepat pengerjaan 21 paket infrastruktur penanganan drainase, irigasi, dan sungai yang dibiayai melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan kawasan yang terdampak banjir pada November dan Desember 2025. Percepatan dilakukan melalui pemantauan langsung progres pekerjaan, salah satunya di Daerah Irigasi (DI) Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (24/9/2026).
Hasil pemantauan menunjukkan pengerjaan DI Lubuk Minturun telah mencapai 40 persen. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 30 persen atau mencatat deviasi positif 10 persen. Pekerjaan DI Lubuk Minturun dijadwalkan rampung pada 9 November 2026. Namun, kontraktor menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari jadwal kontrak.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Well Of Sanora mengapresiasi progres pekerjaan yang telah melampaui target. “Progres alhamdulillah on schedule. Di DI Lubuk Minturun progresnya telah mencapai 40 persen, deviasinya plus 10 persen dari target rencana 30 persen. Artinya, lebih cepat 10 persen. Sesuai jadwal akan selesai pada 9 November, tetapi kontraktor berkomitmen berusaha lebih cepat dari kontrak yang ada,” ujar Well Of Sanora saat meninjau pekerjaan.
Percepatan pembangunan DI Lubuk Minturun memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Saluran irigasi tersebut memasok kebutuhan pengairan hamparan sawah sekaligus kolam-kolam perikanan milik warga.
Karena itu, penyelesaian pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur, tetapi juga memastikan fungsi saluran kembali optimal untuk mendukung aktivitas pertanian dan perikanan masyarakat.
“Daerah aliran irigasi ini sangat dibutuhkan masyarakat karena di aliran tersebut terdapat banyak kolam ikan milik masyarakat dan juga hamparan sawah yang harus dialiri,” kata Well Of Sanora.
Selain DI Lubuk Minturun, 21 paket fisik yang dikerjakan Pemko Padang tersebar di sejumlah kawasan. Pekerjaan mencakup wilayah Lubuk Minturun dan sekitarnya di Kecamatan Koto Tangah, aliran Sungai Guwo di Kecamatan Kuranji, Tabing Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo, serta aliran Baringin di Kecamatan Lubuk Kilangan. Sejumlah titik yang menjadi objek pemantauan antara lain Drainase Kampung Apa, Drainase Surau Lubuk, DI Lubuk Minturun, dan Irigasi Lubuk Minturun 2.
Pemko Padang juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas penanganan infrastruktur air. Dinas PUPR saat ini memproses tambahan empat paket pekerjaan fisik yang dibiayai dari sisa efisiensi hasil tender TKD. Empat paket tambahan tersebut akan diarahkan untuk mengoptimalkan penanganan infrastruktur di kawasan Sungai Lareh, Kuranji, dan Lubuk Begalung.
Percepatan sekaligus penambahan paket pekerjaan tersebut menunjukkan upaya Pemko Padang memanfaatkan anggaran TKD untuk memperkuat infrastruktur pengendali dan pengelola air, terutama di kawasan yang sebelumnya terdampak banjir.
Dengan progres pekerjaan yang dipantau secara berkala dan penambahan paket baru, penanganan drainase, irigasi, dan sungai diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan pascabanjir, tetapi juga menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian dan perikanan masyarakat.
(Taufik)





