Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Perkuat Edukasi Antinarkoba di Kalangan Pelajar

0
4609
metropadang.com – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman mengajak pelajar, guru, orang tua, dan masyarakat memperkuat peran bersama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Ajakan itu ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Gedung Rohana Kudus, Kompleks GOR H. Agus Salim, Padang, Sabtu (13/6/2026).
Ratusan peserta dari berbagai SMA dan SMK di Kota Padang mengikuti kegiatan tersebut. Para siswa, guru, dan masyarakat aktif berdiskusi mengenai penyebab tingginya angka penyalahgunaan narkoba serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan bersama.
Pengaruh Lingkungan dan Keluarga
Evi Yandri menjelaskan, rasa ingin tahu, tekanan pergaulan, dan keinginan untuk diterima dalam kelompok sering menjadi pemicu pelajar mencoba narkoba.
“Banyak kasus berawal dari coba-coba. Ada yang terpengaruh teman, ada yang takut dianggap tidak kompak atau tidak keren dalam lingkungan pergaulan. Karena itu, pengawasan keluarga dan lingkungan sangat penting,” katanya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah siswa menilai masalah keluarga, stres, depresi, dan kurangnya perhatian orang tua juga dapat mendorong remaja terjerumus ke penyalahgunaan narkoba.
Menanggapi hal tersebut, Evi Yandri meminta orang tua lebih aktif memantau perkembangan anak, baik di rumah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
“Orang tua harus lebih peduli terhadap kondisi anak. Sesekali periksa tas, kamar, atau lingkungan pergaulannya. Pengawasan yang baik menjadi langkah awal pencegahan,” ujarnya.
Selain pengawasan keluarga, Evi Yandri menekankan pentingnya edukasi tentang bahaya narkoba di sekolah dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu memahami jenis-jenis narkoba, ciri pengguna, serta dampak yang ditimbulkannya.
Ia menjelaskan, narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu kondisi psikologis hingga memicu gangguan kejiwaan.
“Penyalahgunaan obat tertentu secara berlebihan atau menghirup zat berbahaya seperti lem juga dapat menimbulkan dampak serius. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada,” katanya.
Evi Yandri menegaskan, upaya memberantas narkoba tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Seluruh unsur masyarakat perlu terlibat untuk mempersempit ruang gerak peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
“Jika orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar ikut mengawasi, peluang penyalahgunaan narkoba akan semakin kecil. Pencegahan harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Kesbangpol dan Dinas Kesehatan. Panitia juga mengundang Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI), lembaga yang bergerak di bidang rehabilitasi penyalahguna narkoba dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). (mp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini