metropadang.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman mendorong dukungan pemerintah pusat dan Provinsi Sumatera Barat dalam pemulihan pascabencana melalui dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Hal ini disampaikan Bupati Pasaman Welly Suhery dalam Rapat Koordinasi Sinergitas R3P Sumbar 2026 di Padang, Kamis (8/1/2026), menyusul bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung pada akhir November 2025.
Bencana yang melanda 11 kecamatan tersebut menyebabkan kerusakan dan kerugian total Rp586,52 miliar. Sebanyak 361 rumah terendam, dan 31 rumah rusak dengan kategori berat, sedang, dan ringan.
Kerusakan meliputi sektor infrastruktur seperti jalan, jembatan, sumber daya air, serta fasilitas air bersih dan sanitasi. Dampak juga dirasakan pada sektor ekonomi, terutama persawahan dan kolam ikan, serta fasilitas pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.
Data Jitupasna menunjukkan kerusakan terbesar berada pada sektor infrastruktur sebesar Rp191,22 miliar dan kerugian Rp376,21 miliar. Total kerusakan tercatat Rp196,67 miliar dan kerugian Rp389,85 miliar.
Bencana juga memicu risiko lanjutan berupa retakan tanah di sejumlah kecamatan yang mengancam 774 rumah untuk direlokasi. Ancaman banjir masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah akibat luapan sungai.
Untuk penanganan, Pemkab Pasaman memprioritaskan normalisasi sungai, pemulihan akses transportasi, serta perbaikan fasilitas publik dengan kebutuhan anggaran R3P mencapai Rp428,23 miliar. (mp)





