Sawah 3.100 Hektare Kekeringan, Pemko Padang Lapor ke Pemerintah Pusat

0
52
metropadang.com – Usai banjir bandang yang menerjang Kota Padang pada akhir November 2025 lalu, dua jaringan irigasi dilaporkan rusak total. Kondisi tersebut berdampak langsung pada ribuan hektare sawah warga yang hingga kini mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.
Untuk memastikan percepatan pemulihan aliran irigasi, Wali Kota Padang Fadly Amran turun langsung meninjau Bendungan Koto Tuo yang berada di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (27/1/2026) siang. Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian masyarakat.
Fadly Amran menyebutkan, panjang jalur irigasi yang terdampak cukup signifikan sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan. Ia mengungkapkan, sekitar 3.100 hektare sawah warga terdampak akibat terputusnya aliran air irigasi pascabanjir bandang.
“Jalur irigasinya memang cukup panjang, tapi ini akan kita kebut secepatnya bersama Kementerian dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Padang telah menyerahkan data lengkap kepada Pemerintah Pusat, mencakup data by name by address serta by koordinat untuk sawah, tambak, dan ladang masyarakat yang terdampak. Saat ini, Balai Sungai tengah melakukan pekerjaan masif untuk mengembalikan aliran sungai seperti sediakala dalam kerangka tanggap darurat.
Lebih lanjut, Fadly menegaskan bahwa pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi ke depan, Pemko Padang mengharapkan penanganan yang lebih komprehensif, termasuk pembangunan sabo dam, cek dam, serta proyek strategis lainnya. Untuk itu, Pemko Padang telah mengajukan anggaran sebesar Rp3,6 triliun guna mendukung pemulihan menyeluruh di berbagai sektor.
(Viqi / Charlie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini