Mahyeldi: Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan, Cetak Generasi Emas 2045

0
1998
metropadang.com – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pendidikan merupakan investasi paling strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya diharapkan menjadi titik balik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan berkualitas secara gratis sekaligus membuka jalan menuju Indonesia Emas 2045.
Mahyeldi menyampaikan hal tersebut saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SRT 3 Dharmasraya, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Jumat (31/7/2026). Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis nasional yang menyediakan pendidikan berasrama tanpa biaya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Mahyeldi menegaskan pendidikan merupakan fondasi utama untuk membentuk karakter, meningkatkan kecerdasan, dan membangun masa depan bangsa.
“Pendidikan adalah pilar utama pembentukan karakter, kecerdasan, dan masa depan bangsa. Tidak ada strategi pembangunan sosial yang lebih berkelanjutan daripada mencerdaskan masyarakatnya. Pendidikan juga merupakan alat paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan. Ketika anak memperoleh pendidikan yang baik, masa depannya berubah dan dampaknya akan dirasakan hingga generasi berikutnya,” tegasnya.
Menurut Mahyeldi, MPLS bukan sekadar kegiatan pembuka tahun ajaran. Sebaliknya, sekolah harus memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun karakter, menanamkan disiplin, meningkatkan rasa percaya diri, dan membangkitkan semangat belajar sejak hari pertama.
Ia juga meminta seluruh sekolah menjalankan MPLS secara edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Selain itu, sekolah wajib mencegah segala bentuk kekerasan maupun perpeloncoan.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan ramah anak. Tidak boleh ada perpeloncoan, intimidasi, kekerasan fisik maupun verbal, ataupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik,” katanya.
Mahyeldi kemudian mengajak seluruh siswa memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin. Ia juga mendorong mereka berani memiliki cita-cita besar.
“Jangan takut bermimpi besar. Di sekolah ini kalian akan dibimbing oleh guru-guru terbaik yang siap mendampingi meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Wildan Humaidi, mengatakan pemerintah tidak hanya memberikan pendidikan gratis. Pemerintah juga memenuhi seluruh kebutuhan dasar siswa selama belajar di Sekolah Rakyat.
Menurutnya, para siswa memperoleh makanan bergizi, fasilitas asrama, dan laptop sebagai media pembelajaran. Selain itu, sekolah telah menerapkan Learning Management System (LMS) berbasis digital.
“Anak-anak akan memperoleh makanan bergizi, laptop sebagai media pembelajaran, dan sistem belajar sudah berbasis teknologi. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang melek digital dan siap bersaing,” kata Wildan.
Ia menambahkan SRT 3 Dharmasraya menjadi Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumatera Barat, bukan sekolah rintisan. Pemerintah pusat pun menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun hingga mencapai 500 sekolah pada 2029.
Harapan Baru bagi Anak Kurang Mampu
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menilai Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini menerima 390 siswa. Sebanyak 268 siswa berasal dari Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, serta masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.
Annisa juga menceritakan kisah Rehan, seorang anak yang baru mengenyam pendidikan pada usia 10 tahun setelah diterima di Sekolah Rakyat. Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa program ini mampu membuka kembali harapan bagi anak-anak yang sebelumnya kehilangan akses pendidikan.
“Inilah fungsi Sekolah Rakyat. Negara hadir memberi kesempatan yang sama kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka bisa bermimpi menjadi orang sukses, memutus rantai kemiskinan, bahkan menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.
Setelah membuka MPLS, Mahyeldi meninjau ruang kelas dan asrama siswa. Ia berharap SRT 3 Dharmasraya mampu melahirkan generasi Sumatera Barat yang cerdas, berkarakter, mandiri, berdaya saing, serta siap menjadi pemimpin masa depan Indonesia. (adpsb/cen)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini