Dinas PUPR Kota PaHJK Padang ke-357 Hadirkan Padang Fashion Summit, Libatkan 75 Desainer hingga Mancanegara yakumbuh Menyegel 7 Bangunan yang melanggar aturan

0
761

metropadang.com – Pemerintah Kota Padang menjadikan Padang Fashion Summit (PFS) 2026 sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus etalase promosi budaya Minangkabau ke tingkat nasional dan internasional. Digelar dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, ajang ini tidak hanya menghadirkan peragaan busana, tetapi juga membuka peluang bisnis bagi pelaku industri fesyen, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Persiapan penyelenggaraan dimulai dengan Konferensi Pers Padang Young Design Competition (PYDC) 2026 di ZHM Premier Hotel Padang, Sabtu (11/7/2026), yang menjadi bagian dari rangkaian menuju pelaksanaan PFS pada 9–10 Agustus 2026.

Tahun ini, Padang Fashion Summit mengusung tema “Manaruko Rupo: Menemukan Kembali Identitas dalam Balutan Elegansi Global”, yang menekankan transformasi kekayaan wastra, motif, dan filosofi adat Minangkabau ke dalam karya fesyen modern yang mampu bersaing di pasar global tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, mengatakan penyelenggaraan PFS merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis budaya.

“Kami mengajak masyarakat hadir pada 9–10 Agustus 2026 di ZHM Premier Hotel Padang. Padang Fashion Summit bukan sekadar peragaan busana, tetapi juga ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif melalui pameran UMKM, kuliner, hingga berbagai kegiatan edukatif,” ujarnya.

Ferri menjelaskan, Pemerintah Kota Padang telah melakukan pembinaan terhadap desainer muda dan pelaku industri kreatif sejak Mei 2026 melalui program coaching intensif. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas desain, daya saing produk, serta kemampuan pemasaran agar pelaku usaha lokal mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Sebagai wujud strategi tersebut, PFS 2026 mulai melibatkan peserta dari luar negeri sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi desainer dan perajin Kota Padang.

Sementara itu, Staf Ahli Dekranasda Kota Padang Fomalhaut Zamel mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini hadir dengan skala yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya.

Padang Fashion Summit 2026 akan melibatkan 75 desainer, 115 merek fesyen, 36 model, serta 160 tenant yang terdiri atas pelaku kuliner dan produk unggulan UMKM.

“Kami menghadirkan kolaborasi lintas daerah bahkan lintas negara. Koleksi yang ditampilkan merupakan karya berbasis wastra Minangkabau hasil rancangan desainer dari Padang, berbagai daerah di Indonesia, hingga desainer internasional. Kami berharap masyarakat mendukung kebangkitan industri kreatif Kota Padang melalui ajang ini,” katanya.

Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan beragam agenda, di antaranya Fashion Parade, Grand Final Padang Young Design Competition (PYDC), seminar Trend Forecasting dan Product Branding, Business Matching, Beauty Class, kompetisi model dan tata rias, hingga bazar kuliner serta pameran produk unggulan UMKM.

Melalui Padang Fashion Summit 2026, Pemerintah Kota Padang berharap mampu melahirkan regenerasi desainer muda berbakat, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kreatif, sekaligus memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu pusat industri fesyen berbasis budaya di Indonesia.

Ajang ini juga diharapkan menjadi momentum strategis untuk mengangkat wastra Minangkabau sebagai identitas budaya yang adaptif terhadap tren global, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi para perajin, desainer, dan UMKM lokal.

(Viqi / Charlie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini