metropadang.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang bergerak cepat menangani gangguan teknis yang muncul pada hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP. Untuk memastikan seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama, Disdikbud memperpanjang masa pendaftaran sekaligus mengulang proses pendaftaran yang masuk saat sistem mengalami kendala.
Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan akses yang terjadi pada awal pelaksanaan SPMB. Menurutnya, lonjakan pengguna menjadi penyebab utama kepadatan sistem.
“Lebih dari 6.000 pengguna mengakses sistem secara bersamaan sehingga server mengalami overload. Namun, sistem kembali normal pada pukul 12.00 WIB,” ujar Yopi, Selasa (23/6/2026).
Selanjutnya, Disdikbud melakukan koordinasi dengan Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta tim teknis Dapodik. Setelah evaluasi, pemerintah memutuskan memperpanjang masa pendaftaran hingga Kamis, 25 Juni 2026 pukul 00.00 WIB.
Selain itu, Disdikbud juga mengulang sekitar 8.000 data pendaftaran yang masuk pada hari pertama. Karena itu, orang tua perlu login kembali menggunakan akun yang sama dan melengkapi proses pendaftaran dari awal.
Yopi menjelaskan bahwa kepanikan akibat gangguan sistem membuat sebagian orang tua keliru memilih jalur pendaftaran. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih tenang, mempelajari peluang berdasarkan nilai anak, lalu menentukan jalur yang paling sesuai.
Sementara itu, pendaftaran jenjang SD tetap berjalan normal sesuai jadwal. Disdikbud pun terus mengoptimalkan sistem agar seluruh proses SPMB berlangsung lancar dan tidak merugikan masyarakat. (ch)





