metropadang.com – Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, kemampuan berpikir kritis dinilai menjadi hal penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh maupun terpolarisasi oleh berbagai informasi yang beredar. Hal tersebut menjadi perhatian serius Prof. Dr. Ariyawan Gunadi, S.H., M.H., seorang akademisi muda yang aktif mendorong budaya literasi kritis di tengah masyarakat.
Ariyawan Gunadi dikenal sebagai guru besar di bidang hukum bisnis dan perdagangan internasional. Selain aktif di dunia akademik, ia juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Tarumanagara serta menjadi penasihat ahli di lingkungan BNN RI. Kiprahnya dalam dunia hukum dan pendidikan membuat namanya semakin dikenal, terutama dalam isu penguatan nalar publik di era digital.
Menurut Ariyawan, generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terjebak budaya instan maupun informasi yang belum tentu benar. Ia menilai, banjir informasi di media sosial harus diimbangi dengan kemampuan menyaring dan memahami informasi secara bijak.
“Di tengah banjir informasi, nalar kritis menjadi kunci agar publik tidak mudah terpolarisasi,” ungkapnya.
Dalam perjalanan kariernya, Ariyawan juga aktif dalam forum hukum internasional serta isu daya saing global. Ia memiliki kepakaran di bidang hukum bisnis, perdagangan internasional, arbitrase, dan penyelesaian sengketa.
Pada tahun 2023, Ariyawan dinobatkan sebagai profesor termuda bidang hukum bisnis dan perdagangan internasional versi MURI. Kemudian pada Juli 2025, ia dikukuhkan sebagai Profesor Hukum Internasional dan Hukum Bisnis di Malaysia.
Selain menyoroti pentingnya pendidikan dan literasi, Ariyawan juga kerap menyampaikan pesan kepada generasi muda agar memiliki mimpi, roadmap, dan konsistensi dalam mencapai tujuan hidup. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang dan kerja keras yang berkelanjutan.
“Pencapaian tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses, roadmap, dan konsistensi,” katanya.
Kehadiran Ariyawan Gunadi sebagai akademisi muda dinilai mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap pengembangan intelektual, budaya berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi tantangan global di era modern. (mp)