Gubernur Mahyeldi: Investasi Pengolahan Pinang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

0
865

metropadang.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung aktivitas pengolahan pinang di PT Maju Kolpin Sejahtera yang berlokasi di Jorong Akabiluru, Nagari Koto Tangah Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (28/5/2026). Kehadiran industri pengolahan tersebut dinilai menjadi contoh nyata investasi yang mampu mendorong hilirisasi komoditas lokal sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi melihat secara langsung proses pengolahan pinang mulai dari perebusan selama dua jam, pengeringan menggunakan oven selama empat hari, hingga proses pendinginan sebelum produk dikirim ke luar negeri. Produk pinang olahan dari pabrik tersebut diketahui telah diekspor ke Vietnam sebagai bahan baku permen pinang.

Mahyeldi mengatakan, keberadaan industri pengolahan pinang tersebut tidak hanya membantu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian masyarakat, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi kami mengucapkan terima kasih kepada investor yang telah berinvestasi di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kehadiran pabrik ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung komoditas pinang sebagai salah satu hasil pertanian unggulan daerah,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, pengembangan industri pengolahan berbasis komoditas lokal menjadi langkah penting agar hasil pertanian masyarakat tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, tetapi mampu memberikan nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi di pasar ekspor.

Menurut Mahyeldi, keberadaan pabrik tersebut juga sejalan dengan semangat Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai The Central of Agro, karena mampu menampung hasil produksi pinang masyarakat dari berbagai daerah di Sumbar dengan kualitas terbaik.

Selain memperkuat sektor pertanian, industri pengolahan pinang tersebut juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini, sekitar 600 tenaga kerja terlibat dalam aktivitas produksi, dengan sekitar 60 persen di antaranya merupakan masyarakat lokal Kabupaten Limapuluh Kota.

“Ini yang kita harapkan dari sebuah investasi, bukan hanya menghadirkan aktivitas usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan memberi manfaat langsung bagi daerah,” tambah Mahyeldi.

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha menyampaikan keberadaan pabrik tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya petani pinang, karena hasil produksi mereka memiliki pasar yang jelas dan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Menurutnya, kolaborasi antara investor dengan pemerintah nagari, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi menjadi langkah positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor pertanian dan industri pengolahan.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam peninjauan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zakri, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Nolly Eka Mardiyanto, serta Kepala Biro Umum Andre Algamar. (adpsb/rmz/bud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini