FIK UNP Jajaki Kerja Sama dengan UNESCO ICM, Kembangkan Bela Diri bagi Penyandang Disabilitas

0
2148

Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP) menjajaki kerja sama dengan International Centre of Martial Arts (UNESCO ICM), Republik Korea, untuk mengembangkan penelitian dan program bela diri, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Penjajakan tersebut dilakukan Dekan FIK UNP, Prof. Dr. Nurul Ihsan, M.Pd., bersama Chief Research and Development Team UNESCO ICM, Dr. Sangjin Yoon, di sela-sela konferensi internasional bela diri IMACSSS 2026 di Rzeszów, Polandia, pada 14–16 Oktober 2026.

Nurul Ihsan menyampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis (KKPS), Senin (19/10/2026) bahwa salah satu peluang kerja sama yang ditawarkan FIK UNP adalah pengembangan bela diri bagi penyandang disabilitas.

“Gagasan ini berkaitan dengan perhatian UNESCO ICM terhadap pemanfaatan bela diri untuk mendukung penguatan fisik dan psikis penyandang disabilitas,” ujarnya.

UNESCO ICM selama ini turut mendukung penelitian bela diri di berbagai negara, termasuk program seni bela diri Tai Chi bagi pengguna kursi roda di Bangladesh. Pengalaman tersebut menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan riset kolaboratif bersama UNP.

Dalam pertemuan itu, IA juga menyerahkan surat penjajakan kerja sama kepada Dr. Sangjin Yoon sebagai perwakilan UNESCO ICM. UNESCO ICM turut menyampaikan informasi mengenai rencana penyelenggaraan konferensi internasional di Republik Korea pada November 2026. Menanggapi hal tersebut, Nurul Ihsan menyatakan kesiapan UNP untuk mengirimkan delegasi apabila undangan resmi diterima.

Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya FIK UNP memperluas jejaring akademik internasional, khususnya dalam pengembangan ilmu keolahragaan dan penelitian bela diri yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penjajakan kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan lembaga internasional. Pengembangan bela diri bagi penyandang disabilitas juga berkaitan dengan SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui upaya memperluas akses terhadap kegiatan olahraga yang inklusif. (Utr/KKPS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini