metropadang.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang terus mensosialisasikan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan segera digelar, di antaranya melalui pertemuan di Kantor BPS Kota Padang, Rabu (22/4/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala BPS Kota Padang Dessi Febriyanti bersama sejumlah OPD di lingkungan Pemko Padang, seperti Diskominfo, Dispusip, BKPSDM, Disdukcapil, serta OPD berbasis pelayanan.
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Kota Padang, Babussalam Citra Rossa menjelaskan bahwa SE yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali bertujuan memotret struktur ekonomi secara menyeluruh, termasuk sektor pertanian yang kini menjadi bagian dari pendataan dasar nasional.
Berbeda dengan periode sebelumnya, SE 2026 memberikan perhatian besar pada pelaku UMKM dan bisnis online yang dikelola dari rumah. Pendataan dilakukan dengan metode door-to-door atau kunjungan langsung guna memastikan aktivitas ekonomi digital tetap terdata akurat.
“Hal ini penting mengingat data SE 2016 menunjukkan hampir 97 persen struktur ekonomi Indonesia didominasi usaha skala mikro dan menengah,” katanya.
Pelaksanaan lapangan dibagi dua tahap, yakni pendataan usaha menengah dan besar pada Mei 2026, serta usaha rumah tangga dan mikro pada Juni 2026.
Seluruh petugas dibekali surat tugas resmi dan tanda pengenal guna menjamin keamanan masyarakat serta mencegah penyalahgunaan. Data yang terkumpul menjadi dasar perumusan kebijakan ekonomi sepuluh tahun ke depan.
BPS mengajak warga Padang memberikan jawaban jujur dan lengkap demi mendukung perencanaan pembangunan yang lebih maju dan sejahtera.
(Raju/Taufik)





