Siap-Siap! Bakal Ada Lomba Mural di Payakumbuh, Ini Bocorannya

0
1662

Metro Padang.com – Payakumbuh -Sambut HUT RI ke 79, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh gelar Rapat Persiapan Lomba Mural di Aula Ngalau Lantai 3 Balai Kota Payakumbuh, Kamis (20/6/2024).

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Rida Ananda tersebut, turut dihadiri oleh Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kemenag, Kacabdin Wilayah IV, Samsat, Perwakilan SD, SMP, SMA, serta perguruan tinggi se-Payakumbuh, BUMN, BUMD, serta instansi vertikal lainnya.

“Perlombaan ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas peserta dalam menyampaikan pesan-pesan moral melalui lukisan yang dapat dilihat dan dinikmati oleh seluruh masyarakat,” ujar Pj Wali Kota Payakumbuh Suprayitno diwakili Sekda Rida Ananda.

Menurut Rida, melalui lomba tersebut para peserta berkesempatan untuk memoles dan memperindah kota, khususnya di kawasan Gelanggang Kubu Gadang yang ramai dikunjungi masyarakat untuk berolahraga.

“Mural yang akan dilukis di sekeliling tembok Gelanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang tersebut berpotensi menjadi sarana promosi kota karena dapat menjadi lokasi berfoto dengan latar karya seni yang estetik,” tambahnya lagi.

“Nantinya, wisatawan maupun masyarakat yang lewat di kawasan Gelanggang Kubu Gadang akan disuguhkan dengan penampilan mural yang ciamik, memanjakan mata, serta penuh dengan pesan positif,” tuturnya optimis.

Rida memaparkan, lomba akan diselenggarakan untuk Kategori Umum dengan tema yang disesuaikan dengan OPD/Lembaga/Kampus/Organisasi/Perbankan terkait. Selanjutnya, Kategori Sekolah dengan tema ‘Budaya Alam Minangkabau’ dan ‘Payakumbuh Bersih dan Sehat’.

“Tema mural tidak boleh mengandung unsur SARA dan pornografi, melainkan harus memiliki pesan positif dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, logo dan identitas asal peserta tidak diperbolehkan lebih dari 15% mural,” tegasnya.

Adapun lomba mural tersebut akan dimulai pada tanggal 8 Juli hingga 10 Agustus 2024, untuk memperebutkan gelar juara yang akan diumumkan bertepatan dengan HUT RI ke 79 pada 17 Agustus 2024 mendatang.

“Penilaian akan dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2024 hingga selesai dengan berdasarkan pada beberapa kriteria, yaitu keterkaitan dengan tema, kreatifitas, makna dan pesan dalam gambar, orisinalitas karya, teknik dan tingkat kesulitan gambar,” imbuhnya lagi.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap Payakumbuh nantinya memiliki spot yang representatif dan bernilai positif melalui karya seni,” tutupnya dengan penuh harap. (Humas)
Payakumbuh—Tegaskan komitmen kurangi stunting nasional, Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh diwakili Sekretaris Daerah Rida Ananda hadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Aula Randang Lt. 2 Balai Kota Payakumbuh, Jumat (21/6/2024).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam arahannya secara daring mengatakan tren prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam 10 tahun terakhir.

“Pada 2013 prevalensi stunting nasional berada pada angka 37,20% kemudian mengalami penurunan lebih kurang 1,57% setiap tahunnya,” ungkapnya.

Dikatakan Muhadjir, prevalensi stunting nasional Indonesia telah menyentuh angka 21,50% pada tahun 2023 dan akan terus digenjot untuk mencapai 14% pada tahun 2024 sebagaimana tertuang dalam target RPJMN 2019-2024.

“Untuk mencapai angka tersebut, dicetuskanlah pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting nasional yang menyasar ibu hamil, calon pengantin, bayi, hingga balita,” bebernya.

Muhadjir merincikan, hasil capaian pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting per 20 Juni 2024 pukul 20.30 WIB adalah 9,3 juta atau 53,99% balita telah diukur dari 17,4 juta sasaran balita se Indonesia.

“Namun, hasil pemantauan di daerah menunjukkan penggunaan antroprometri standar masih rendah, jaringan yang tidak mendukung dan tenaga entry tidak mencukupi, kader terampil antropometri masih rendah, rendahnya intervensi balita bermasalah gizi yakni 1,44% dari 40,35%,” jelasnya.

Oleh karena itu, Muhadjir mengimbau Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan capaian sasaran ke posyandu untuk pengukuran dan intervensi.

Selanjutnya, ia turut menekankan pentingnya penginputan data yang optimal, mempercepat sweeping, serta melakukan intervensi berkesinambungan bagi balita yang bermasalah gizi.

“Mengganti antropometri yang sudah rusak dengan yang terstandar di posyandu serta meningkatkan kompetensi kader dalam menggunakan antropometri dan edukasi sasaran juga diperlukan,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Rida Ananda yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Payakumbuh menyatakan komitmen Pemko dalam merealisasikan percepatan penurunan stunting.

“Berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan, termasuk melahirkan inovasi Gerakan Serentak Cegah Stunting (Gertak Ceting), Sistem Informasi Penanganan Stunting (SiPENTING), Geospasial Berbasis NIK dan Koordinate (Geonik), penganggaran APBD untuk mendukung penanganan stunting, pembinaan kepada kader, hingga kerja sama dengan pihak swasta dan stakeholder lainnya,” pungkasnya. (Humas)
Payakumbuh – Pemko Payakumbuh siap memberikan dukungan untuk mensukseskan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang akan dilaksankan 13 Juli 2024 mendatang.

“Kita (Pemko Payakumbuh – red) siap memberikan support penuh untuk mensukseskan PSU ini,” kata Pj. Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Sekda Rida Ananda saat rakor di Kantor KPU Payakumbuh, Jumat (21/06/2024) siang.

Sekda Rida meminta camat dan lurah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar menyalurkan hak pilihnya ke TPS pada hari Sabtu tanggal 13 Juli.

“Harapan kita partisipasi masyarakat tetap tinggi untuk pelaksanaan PSU di Payakumbuh ini dan bisa berjalan lancar seperti Pemilu kemaren,” ujarnya.

“Mudah-mudahan semua tahapan ini bisa dilaksankan sesuai atura…
Payakumbuh — Payakumbuh Botuang Festival (PBF) merupakan iven tahunan yang rutin dihelat Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh. PBF tahun 2024 menjadi kali kelima dilaksanakannya iven yang pertama kali dimulai di tahun 2017 silam. Sempat vakum karna Covid-19, PBF kembali hadir untuk mengenalkan botuang (bambu) dari kota Payakumbuh, dan iven ini telah berhasil masuk ke dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN).

Sebagai informasi, Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024 adalah kumpulan event-event berkualitas dari 34 provinsi di Indonesia yang akan menjadi strategi kolaborasi antara Kemenparekraf dengan pemerintah daerah melalui penyelenggaraan kegiatan yang berkualitas. KEN 2024 bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata, …

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini