Banjir Bandang Lumpuhkan PLTMH Ngalau Gadang, Warga Galang Dukungan untuk Pemulihan

0
53
metropadang.com – Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Kampung Ngalau Gadang, Kenagarian Limau Gadang Pancuang Taba, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, pada 27 November 2025 lalu, meninggalkan dampak serius bagi kehidupan masyarakat. Selain merusak rumah dan lahan pertanian, bencana tersebut juga melumpuhkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Ngalau Gadang.
Ketua Pengurus PLTMH Ngalau Gadang periode 2025–2028, Markis, menyampaikan bahwa PLTMH yang selama ini menjadi sumber listrik bagi masjid, mushala, dan rumah warga kurang mampu kini tidak lagi berfungsi.
“PLTMH ini adalah aset bersama masyarakat. Ketika rusak, dampaknya langsung terasa, terutama untuk penerangan rumah ibadah dan aktivitas warga pada malam hari,” ujar Markis, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, derasnya banjir bandang merusak bangunan PLTMH, termasuk bendungan, rumah turbin, serta turbin dan panel listrik. Sejak saat itu, masyarakat Kampung Ngalau Gadang harus kembali hidup tanpa penerangan yang memadai.
Menindaklanjuti aspirasi warga, pengurus PLTMH berinisiatif menyusun proposal perbaikan dan pengaktifan kembali PLTMH pada tahun 2026. Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur utama PLTMH, mulai dari bendungan dan intake, pembangunan kembali rumah turbin, hingga penggantian komponen listrik yang rusak berat.
“Dengan kondisi ekonomi warga saat ini, perbaikan tidak mungkin dilakukan secara swadaya penuh. Karena itu, kami berharap adanya dukungan dari berbagai pihak,” katanya.
Pengurus PLTMH pun membuka kesempatan bagi para dermawan untuk berpartisipasi melalui infak, sedekah, wakaf, atau bantuan lainnya. Sumbangan dapat disalurkan melalui rekening Bank Nagari (BPD) atas nama PLTMH Kampung Ngalau Gadang nomor 0403.0210.07510.2.
Diharapkan, dengan kembali beroperasinya PLTMH Ngalau Gadang, kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat dapat pulih, sekaligus menjadi simbol kebangkitan warga pascabencana alam. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini