metropadang.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan segera meluncurkan program Gerakan 1 ASN 1 Buku sebagai langkah konkret memperkuat Program Unggulan (Progul) Nagari Pandai 2025–2030. Program ini dirancang untuk mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi motor penggerak budaya literasi, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pessel, Adril Yesmen, Kamis (19/2/2026), menyampaikan bahwa gerakan tersebut mengajak setiap ASN membaca minimal satu buku dalam periode tertentu, kemudian membagikan pengetahuan atau ringkasan kepada lingkungan kerja maupun masyarakat.
Menurutnya, peluncuran program akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai bagian dari strategi penguatan Nagari Pandai yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia berbasis literasi. ASN diharapkan tidak hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga teladan dalam membangun budaya belajar berkelanjutan.
Program ini menyasar seluruh ASN di lingkungan Pemkab Pessel, dari tingkat kabupaten hingga nagari, dan akan terintegrasi dengan aktivitas literasi di perpustakaan daerah maupun perpustakaan nagari.
Pelaksanaannya dilakukan melalui mekanisme terukur, di mana ASN wajib melaporkan buku yang dibaca serta menyusun ringkasan atau ulasan. Dinas juga menyediakan daftar buku rekomendasi dan mendorong pemanfaatan e-book serta perpustakaan digital.
Gerakan ini diharapkan membentuk ASN yang lebih inovatif, kritis, dan adaptif, sekaligus memperluas penyebaran pengetahuan melalui publikasi internal dan forum diskusi. (mp)