Wagub Vasko Ruseimy Serahkan Bantuan untuk Masjid Padang Japang, Jejak Sejarah PDRI

0
565
metropadang.com – Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 M Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub), Vasko Ruseimy melakukan kunjungan di Masjid Padang Japang di Nagari Tujuh Koto Talago Kecamatan Guguak, Kab. Limapuluh Kota, Kamis (19/2/2026).
Dalam sambutannya, Wagub Vasko Ruseimy menyampaikan Masjid Raya Padang Japang di Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan pusat sejarah perjuangan Islam dan pendidikan yang didirikan oleh ulama pembaharu, Syekh Abbas Abdullah dan Syekh Mustafa Abdullah. Terkait dengan Perguruan Darul Funun.
“Bahkan Masjid ini pernah menjadi markas penting pemerintahan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dan pusat pertemuan tokoh nasional,” kata Vasko.
Padang Japang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam terkemuka yang diasuh oleh dua ulama bersaudara, Syekh Abbas Abdullah dan Syekh Mustafa Abdullah, yang berafiliasi dengan Sumatera Thawalib pada tahun 1920-an.
Menurutnya, Syekh Abbas Abdullah, pernah memberikan sebuah peci tinggi kepada Soekarno pada bulan Juni 1942. Peci tersebut diberikan sebagai simbol dukungan ulama terhadap perjuangan Soekarno, sekaligus sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme.
“Sejak pertemuan tersebut, Bung Karno yang sebelumnya sering mengenakan blangkon, sejak diberikan peci, Bung Karno sering menggunakan peci hitam sebagai bagian dari identitas nasionalnya,” ungkapnya.
Wagub berharap para tokoh yang berasal dari Limapuluh Kota ini bisa menjadi pemimpin yang akan membawa bangsa ini menjadi bangsa besar di mata dunia.
“Apalagi Limapuluh Kota ini banyak melahirkan profesor dan alim ulama. Semoga Kab. Limapuluh Kota bisa maju melebih kabupaten lainnya,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh, Ahlul Badrito Resha, mengatakan Kabupaten Limapuluh Kota terkenal memiliki istilah tradisi Minangkabau dengan pepatah “Aia nyo janiah, ikannyo jinak”.
“Pepatah ini mengatakan alam Limapuluh Kota memiliki sungai-sungai yang jernih dan alam yang subur dengan penduduknya ramah, santun, tulus, dan bersahabat kepada siapa saja yang datang,” terang Wabup Ahlul Badrito Resha.
Ini menggambarkan suasana nagari yang aman, tentram, dan damai, di mana pemimpin dan rakyatnya hidup harmonis, termasuk dalam kegiatan Safari Ramadhan merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Sumbar sebagai ajang silaturahmi antara Pemerintah Sumbar dengan masyarakat.
“Safari Ramadhan sebagai tali silaturahmi antara Pemprov dan Kabupaten bersama masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi untuk pembangunan ke depannya,” ujarnya.
Menurutnya, Puasa Ramadhan bertujuan menyucikan jiwa, memohon ampunan dosa, menumbuhkan empati sosial, serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT
“Saya mengajak kita semua yang hadir di tempat mulia ini untuk bersama-sama terus terang memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita semua,” ajaknya.
Selanjutnya Pengurus Masjid Raya Padang Japang, Junaidi, menjelaskan Masjid ini dibangun sejak tahun 1942 sebagai pusat penyebaran agama Islam.
“Masjid ini sempat hancur gejolak zaman pada waktu itu, lalu telah dilakukan beberapa perbaikan secara bertahap oleh masyarakat setempat melalui wakaf dan infak masyarakat,” sebut Junaidi.
Adanya kunjungan dari Wagub Sumbar beserta rombongan, Junaidi mengatakan bisa menambah biaya perbaikan Masjid Padang Japang.
“Mudah-mudahan bantuan dari Pemprov bisa memperbaiki Masjid kami tercinta sekaligus menjaga Masjid bersejarah, perjuangan dari PDRI dan memperkuat iman kita bersama,” ucapnya.
Bantuan tersebut berupa hibah dari Pemerintah Provinsi Sumbar sebesar Rp. 50 juta, bantuan program kemanusian dari Baznas untuk dua orang petugas Masjid, bantuan CSR dari Bank Nagari senilai Rp. 10 juta, selanjutnya bantuan dari pemerintah Sumbar 25 Al-Qur’an dan bantuan dari Wagub Sumbar untuk lima  fakir miskin.
Hadir dalam Tim Safari Ramadhan tersebut yaitu, Wakil ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri, Anggota DPRD Sumbar Nurkhalis Datuak Bejo, Asisten 1 Bidang Perintahan, Ahmad Zakri, ⁠Kepala Inspektorat Sumbar, Kadis PTSP, Kaban Kesbangpol, Kaban BPKAD,  ⁠Kabiro Pemerintahan, Kabiro Umum, ⁠Kadis PSDA dan Sekretaris Baznas, serta Dirut Bank Nagari Sumbar.
Sementara untuk dari Kabupaten Limapuluh Kota, yakni, Camat Guguak, Gusni Hendrik, ⁠Wali Nagari Tujuah Koto Talago,  Yon Hendri dan Wali Jorong Padang Kandih. (Adpsb/nov/bud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini