Wabup Solok Bersama Sekda Provinsi Sumbar Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Saniangbaka dan Banda Tangah

0
10

Metro Padang.COM – Kab Solok (Diskominfo) — Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, S.KM, M.KM, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak banjir dan galodo di Kabupaten Solok, Kamis (15/01/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan di Nagari Saniangbaka serta Banda Tangah, yang merupakan wilayah perbatasan antara Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan, daerah yang sebelumnya dilanda bencana banjir akibat tingginya curah hujan dan tersumbatnya aliran sungai.

Dalam kesempatan tersebut, mewakili Bupati, Wabup H. Candra menjelaskan kepada Sekda Provinsi Sumatera Barat bahwa pemasangan batu bronjong yang telah dilakukan di beberapa titik sungai sangat berperan dalam menahan laju banjir dan galodo. Namun demikian, Wabup Candra juga menyoroti masih adanya persoalan serius pada saluran air atau polongan yang tersumbat material kayu.

“Material banjir di lokasi ini bahkan setinggi badan jalan saat banjir terjadi. Kami berharap ada solusi terkait kayu-kayu besar yang menghambat polongan air, karena jika aliran air tidak lancar, dampaknya dapat merusak badan jalan,” jelas Wabup Candra.

Lebih lanjut, Wabup Candra menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, di beberapa sungai sudah dilakukan normalisasi dan pemasangan batu bronjong. Ini merupakan langkah awal untuk mengurangi risiko banjir ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, membenarkan bahwa salah satu penyebab utama banjir di lokasi tersebut adalah tersumbatnya polongan air di bawah badan jalan.

“Karena polongan tersumbat, air naik ke badan jalan. Hal ini akan segera kita perbaiki. Kami sudah berkomunikasi dengan rekan-rekan dari PUPR, dan hari ini mereka akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan informasi di lapangan, sumbatan berupa batang pohon kelapa akan segera dibersihkan, agar aliran air kembali normal dan akses jalan masyarakat dapat terjaga dengan baik.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Wakil Bupati Solok menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, termasuk Dinas Pertanian Provinsi, juga fokus pada pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana.

“Kami bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi telah melakukan groundbreaking rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak. InsyaaAllah rehabilitasi akan segera dilaksanakan. Untuk Kabupaten Solok sendiri, terdapat sekitar 1.247 Ha lahan sawah yang akan direhabilitasi,” pungkas Wabup Candra (03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini