metropadang.com – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Subdit Praktek Lapangan Direktorat Alumni & Kemahasiswaan secara resmi melepas 652 mahasiswa peserta Praktek Lapangan Kependidikan (PLK) periode Januari-Juni 2026 dalam acara pelepasan dan serah terima di Auditorium UNP, Senin (26/1). Acara ini juga dimeriahkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat dengan delapan fakultas di UNP.
Kepala Pusat Praktik Lapangan UNP, Dr. Muhammad Adri, M.T., dalam laporannya menyebutkan bahwa 456 mahasiswa di antaranya akan ditugaskan di berbagai jenjang madrasah di bawah Kemenag Kota Padang, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA). Hal ini menunjukkan komitmen UNP, sebagai perguruan tinggi umum, untuk turut serta membangun kualitas pendidikan di semua lembaga.
“Harapannya, setelah penandatanganan MoU hari ini, tidak ada lagi madrasah yang sungkan menerima mahasiswa PLK dari UNP,” ujar Dr. Adri.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Internasional, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si, M.Si, Rektor UNP menekankan pentingnya mempersiapkan guru masa depan yang menguasai teknologi informasi. UNP disebut telah berinvestasi besar untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kami berharap sinergi antara sekolah, Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan UNP dapat menjadi kekuatan baru untuk terus berkembang maju, meningkatkan kualitas lembaga ini ke depan,” tegas Dr. Deski Beri.
Program PLK UNP BERDAMPAK ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Dengan menempatkan calon guru di berbagai jenis sekolah, termasuk madrasah, UNP berkontribusi langsung dalam pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Program ini juga mendukung SDGs ke-17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi konkret antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama. Investasi dalam penguasaan Teknologi Informasi bagi calon guru merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pembelajaran yang inklusif dan relevan di era digital. (AB/Humas)