Metro Padang.com – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni memaparkan kondisi daerahnya pascabencana hidrometeorologi dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Padang, Selasa (13/1/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta seluruh kepala daerah se-Sumatera Barat.
Pertemuan ini bertujuan menyinkronkan data kerusakan akibat bencana sekaligus mempercepat penyaluran bantuan pemerintah pusat ke wilayah terdampak. Dalam kesempatan itu, Hendrajoni memaparkan dampak banjir dan longsor yang melanda Pesisir Selatan pada akhir November 2025 lalu.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, total kerusakan dan kerugian akibat bencana tersebut mencapai Rp1,43 triliun. Sektor infrastruktur menjadi yang paling terdampak dengan nilai kerusakan Rp773,7 miliar dan kerugian Rp563,7 miliar. Kerusakan infrastruktur meliputi 24.800 meter jalan serta 30 unit jembatan yang rusak.
Pada sektor permukiman, kerusakan tercatat sebesar Rp29,2 miliar dengan kerugian sekitar Rp5 miliar. Bencana mengakibatkan 19 rumah hanyut, 127 rumah rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 142 rumah rusak ringan.
Di sektor ekonomi, banjir merendam 418,05 hektare lahan sawah dan 158,6 hektare kebun jagung. Ribuan hewan ternak juga dilaporkan hanyut akibat terjangan banjir.
Usai rapat, Hendrajoni menyatakan kehadiran Mendagri dan Kepala BNPB menjadi sinyal positif bagi percepatan pemulihan Pesisir Selatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah membawa data kerusakan yang rinci dan tervalidasi.
“Total kebutuhan pemulihan Pesisir Selatan mencapai Rp1,7 triliun. Ini bukan angka kecil, sehingga dukungan pemerintah pusat sangat krusial agar masyarakat kami tidak terlalu lama berada dalam ketidakpastian,” ujarnya. (02)




