Dampak Tekologi Digital terhadap Kehidupan Sosial Masyatrakat

0
323

Metro Padang .com  – Di era digital yang semakin marak, Indonesia mengalami gelombang pasang ujaran kebencian yang tak kunjung surut.  Ujaran kebencian, yang  sering kali berwujud  kata-kata kasar, provokasi, dan diskriminasi, telah mencengkram ruang publik  dan  menimbulkan  dampak  negatif  yang  luas  di  berbagai  aspek  kehidupan  masyarakat.  Kasus-kasus  viral  yang  terjadi  belakangan  ini  mengungkap  betapa  parahnya  permasalahan  ujaran  kebencian  di  Indonesia,  menunjukkan  betapa  pentingnya  upaya  penanganan  yang  komprehensif  dan  efektif.

Salah satu contoh kasus  viral yang baru-baru ini menghebohkan publik adalah kontroversi  pernyataan  seorang  publik  figur  terkait  suatu  kelompok  agama.  Pernyataan  tersebut  bernada  provokatif  dan  memicu  kemarahan  masyarakat  yang  merasa  terhina  dan  terdiskriminasi.  Ujaran  kebencian  yang  tertuang  dalam  pernyataan  tersebut  menimbulkan  kegaduhan  di  media  sosial,  memicu  perdebatan  yang  keras,  dan  berpotensi  memicu  konflik  antar  kelompok  masyarakat.

Kejadian  ini  menunjukkan  bagaimana  ujaran  kebencian  dapat  menimbulkan  polarisasi  dan  perpecahan  di  masyarakat.  Ujaran  kebencian  yang  dialamatkan  kepada  suatu  kelompok  agama  dapat  memperkuat  stereotip  negatif,  menimbulkan  rasa  takut  dan  tidak  aman  bagi  kelompok  yang  dihina,  serta  menghalangi  dialog  dan  toleransi  antar  umat  beragama.

Contoh  lain  yang  tak  kalah  viral  adalah  kasus  pelecehan  seksual  yang  terjadi  di  lingkungan  sekolah.  Ujaran  kebencian  yang  terkait  dengan  kasus  ini  berupa  perundungan  dan  pelecehan  seksual  yang  dilakukan  oleh  sekelompok  siswa  terhadap  teman  sekelasnya.  Ujaran  kebencian  dalam  kasus  ini  menunjukkan  bagaimana  dampak  negatif  ujaran  kebencian  dapat  merusak  jiwa  dan  mental  korban,  menimbulkan  trauma  mendalam,  dan  menghalangi  proses  pembelajaran  dan  pertumbuhan  anak-anak.

Kasus  ini  juga  mengungkap  betapa  pentingnya  mendidik  generasi  muda  tentang  bahaya  ujaran  kebencian  dan  menanamkan  nilai-nilai  toleransi  dan  respek  antar  sesama.  Ujaran  kebencian  yang  terjadi  di  lingkungan  sekolah  merupakan  bentuk  pelanggaran  hak  asasi  manusia  yang  harus  ditangani  dengan  serius  dan  diberantas  dengan  tegas.

Selain  itu,  kasus  perundungan  di  media  sosial  yang  menyerang  pribadi  seseorang  atas  dasar  ras,  agama,  atau  jenis  kelamin  juga  merupakan  contoh  nyata  dampak  negatif  ujaran  kebencian.  Ujaran  kebencian  yang  dialamatkan  melalui  komentar  negatif,  caci  maki,  dan  ancaman  di  media  sosial  dapat  menimbulkan  ketakutan,  kesedihan,  dan  kerugian  psikologis  bagi  korban.

Kasus-kasus  tersebut  menunjukkan  bahwa  ujaran  kebencian  di  Indonesia  telah  menjangkau  berbagai  kalangan,  termasuk  publik  figur,  anak-anak,  dan  warga  netizen  biasa.  Ujaran  kebencian  tidak  hanya  menimbulkan  konflik  antar  kelompok  masyarakat,  tapi  juga  merusak  keharmonisan  dan  persatuan  bangsa.

Untuk  menangani  masalah  ujaran  kebencian,  diperlukan  upaya  yang  komprehensif  dan  efektif  dari  berbagai  pihak.  Pemerintah  perlu  memperkuat  aturan  hukum  yang  jelas  dan  tegas  tentang  ujaran  kebencian,  serta  meningkatkan  penegakan  hukum  terhadap  pelaku  ujaran  kebencian.  Selain  itu,  pemerintah  juga  perlu  meningkatkan  program  edukasi  dan  sosialisasi  tentang  bahaya  ujaran  kebencian  kepada  masyarakat,  terutama  generasi  muda.

Media  massa  juga  memiliki  peran  penting  dalam  mencegah  dan  mengatasi  ujaran  kebencian.  Media  massa  dapat  menampilkan  konten  yang  mendukung  toleransi,  keharmonisan,  dan  persatuan  bangsa.  Media  massa  juga  harus  berhati-hati  dalam  menayangkan  konten  yang  berpotensi  memicu  ujaran  kebencian  dan  memberikan  ruang  bagi  kelompok  yang  terdiskriminasi  untuk  mengungkapkan  pendapatnya.

Terakhir,  masyarakat  juga  memiliki  peran  penting  dalam  mengatasi  ujaran  kebencian.  Masyarakat  dapat  melakukan  hal-hal  berikut:

– Meningkatkan  kesadaran  tentang  bahaya  ujaran  kebencian  dan  peran  masyarakat  dalam  mengatasinya.

– Menolak  dan  melawan  ujaran  kebencian  dengan  cara  memberikan  tanggapan  yang  rasional  dan  konstruktif.

– Melaporkan  ujaran  kebencian  ke  pihak  berwenang  jika  ditemukan  kasus  yang  merugikan  orang  lain.

– Membangun  dialog  dan  toleransi  antar  sesama  untuk  menciptakan  ruang  publik  yang  harmonis  dan  sehat.

Upaya  komprehensif  dan  kolaboratif  dari  semua  pihak  sangat  diperlukan  untuk  mengatasi  masalah  ujaran  kebencian  di  Indonesia.  Melalui  langkah-langkah  yang  tepat  dan  konsisten,  kita  dapat  menciptakan  ruang  publik  yang  bersih  dari  ujaran  kebencian,  yang  mendukung  toleransi,  persatuan,  dan  keadilan  sosial.  Semoga  kasus-kasus  viral  yang  terjadi  dapat  menjadi  pelajaran  berharga  bagi  kita  semua  untuk  menciptakan (01)

Penulis : Rahmat Fauzan Tiandra
               Mahasiswa Universitas Andalas jurusan ilmu komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini