UNP, Adakan Seminar Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence

0
281
iklan

Metro Padang.com – Seminar nasional Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) bersama Universitas Negeri Padang (UNP) bertemakan “Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence”. Sabtu (24/2/2024).

Acara digelar secara daring dan luring ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa dan anggota ICMI Sumatera Barat diharapkan bisa menambah wawasan terhadap Artificial Intelligence (AI) .

Dalam sambutannya Rektor Ganefri, Ph.D mengungkapkan tersebut kegiatan sangat penting dilaksanakan mengingat tema yang diusung oleh ICMI dalam seminar ini sangat memberikan manfaat.

“Kami mengucapkan terimakasih terlaksananya seminar ini secara hybrid, semoga narasumber bisa dengan baik memberikan tema tema menarik”, ujarnya.

Dikatakan bahwa UNP akan terus mendukung dan mendorong ICMI untuk terus berperan dalam mencerdaskan masyarakat dan menciptakan sumber daya manusia unggulan berdasarkan ketaqwaan kepada Tuhan yang maha esa.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Sumatera Barat, Prof. Dr. Musliar Kasim, M.Si, dikesempatan menjelaskan, seminar bertujuan memaksimalkan dampak positif dari pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan meminimalisir dampak negatifnya.

“Semoga mahasiswa dapat mengikuti seminar ini dengan baik karena perkembangan teknologi secara umum memberikan dampak positif dan negatif. Jadi seminar ini dilaksanakan bagaimana memaksimalkan dampak positif dari AI yang merupakan kecerdasan buatan yang katanya kecerdasannya melebihi manusia,” terangnya.

Seminar sendiri dimoderatori Dosen (FIS) Susi Fitria Dewi, dengan pemateri Ketua Koordinasi Pemberdayaan Perempuan Anak dan Lansia, MPP ICMI , Dr. Herawati Tarigan, Wakil Ketua Umum ICMI , Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, Wakil Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan, Dra. Ony Jafar, Wakil Sekretaris Jenderal ICMI, Ir. Bambang Sutrisno, kemudian Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Hanny Nilasari, Sp, D.V.E.,Subsp, Ven, FINSDV, FAADV serta Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Lansia, Ir. Hanifa Husein.

Para materi membahas bahwa Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah bentuk teknologi yang diciptakan untuk meniru fungsi kognitif manusia, seperti menganalisis data, memahami pola, mengenali lingkungan sekitar hingga membuat keputusan, sehingga Penggunaan AI sangat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pola pikir, hubungan sosial dan kegiatan perekonomian. Disampaikan, peran dan fungsi keluarga juga mengalami pergeseran akibat dampak penggunaan AI. (MP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini