Indahnya Objek Wisata Kebun Buah Naga di Jorong Ladang Laweh Nagari Batipuah Baruah Kecamatan Batipuah Kabupaten Tanah Datar

0
1222
iklan

Oleh : KKN PPM Tematik Unand Batipuah Baruah 2024

KKN PPM Tematik Unand 2024 mengunjungi perkebunan Buah Naga di Ladang Laweh, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Perkebunan ini dimiliki oleh Bapak Datuak Rang Kayo Basa dengan luas lahan ± 2 hektar dengan ketinggian 676 mdpl, dengan posisi lahan yang berada di areal perbukitan dan pegunungan.

Bapak Datuak Rang Kayo Basa selain pemilik juga merupakan salah seorang yang memperkenalkan budidaya buah naga di Ladang Laweh Nagari Batipuh Baruah.
Budidaya buah naga ini selain untuk perkebunan juga dijadikan sebagai objek edukasi wisata baik dari cara pembudidayaan, pengelolaan, perawatan, pemanenan hingga menikmati buah naga secara langsung dari kebun.
Budidaya buah naga yang diterapkan oleh Bapak Datuak Rang Kayo merupakan budidaya buah naga organik. Budidaya organik disini merupakan sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis sehingga daerah perkebunan ini masih terlindungi, terjaga kelestariannya dan ramah lingkungan sehingga tanaman buah naga dapat dikembangkan menjadi semakin luas.
Budidaya buah naga yang organik yang menjadi salah satu daya tarik pada daerah ini tidak membuat Kelompok tani pada wilayah tersebut tidak takut bersaing dengan produk buah naga lainnya yang berukuran besar dan perbedaan rasa yang yang dibudidayakan secara konvensional yaitu budidaya menggunakan pestisida guna mengatasi organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan belum termasuk penggunaaan hormon memperbesar buah.
“Untuk pupuk organik yang digunakan khususnya karena harapannya berbuah dengan segar, besar, bagus dan manis pada saat awal penanaman petani perlu mengembangkan batang dulu. Kalo petani mengembangkan batang, petani lebih banyak butuh pupuk nitrogen untuk menggantikan pupuk kimia, pupuk organik yang digunakan petani seperti pupuk padat seperti kotoran ternak, kotoran ayam , abu sekam, abu jerami kemudian petani campurkan dan difermentasi pakai F4 tambah kapur untuk penyesuaian PH nya. Petani melakukan pengelolaan pupuk ini untuk tanaman buah naga ini sudah cukup 2× setahun kemudian kita kasih lagi pupuk buatan, pupuk buatan itu pemberiannya 4× setahun.
Kenapa? karena kita ingin produksi buahnya dan otomatis nutrisinya harus bagus dan kompleks kemudian ada yang kita berikan 6× setahun itu pupuk organik cair. Pupuk organik cair ini kita tambahkan hormone-hormon dasar” kata Bapak Datuak Rang Kayo Basa. Karena tanaman buah naga mudah ditanam dan tidak sulit dalam perawatan.
Ditopang oleh kondisi tanah yang subur dan cuaca panas menjadikan buah naga tumbuh subur. Selain itu karena dengan budidaya buah naga organik terdapatnya Keuntungan yang didapatkan lebih besar, amannya buah naga untuk dikonsumsi, lebih tahan lama saat disimpan, warna kulit buah lebih cerah, buah yang dihasilkan lebih segar dan rasa buahnya lebih manis menyebabkan bertambahnya permintaan dan penawaran sehingga omset meningkat dan luas perkebunan buah naga dapat lebih dikembangkan.
Harapan kedepannya dengan adanya perkebunan Buah Naga ini masyarakat ikut mengembangkan dan mendapatkan ilmunya, petani dapat buah yang berkualitas dan bisa mengisi pasar dan menambah pendapatan bagi masyarakat dan juga memberi tahu bagaimana menanam buah naga supaya tumbuh dengan bagus dan juga terkadang memberikan bibit gratis kepada masyarakat.
Selain dari buah naga organik daya tarik lainnya juga berasal pemandangan alam yang berada pada perkebunan yang di kelilingi oleh pegunungan, perbukitan, persawahan dan pemandangan yang dapat menjadikan kebun Naga di Jorong Ladang Laweh ini bisa menjadi objek wisata. (mp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini