Prodi Ilmu Komunikasi UNP Jadi Tuan Rumah Kegiatan Aspikom Korwil Sumbar

0
977
Metro Padang | Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Kordinator Wilayah Sumatera Barat menggelar Kuliah Umum Siberkom (Sehari Bersama Aspikom), Jumat (29/9).
Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama dengan program studi Ilmu Komunikasi dari seluruh Perguruan Tinggi di Sumatera Barat.
Di antaranya, program studi Ilmu Komunikasi di Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, Universitas Perintis Indonesia, Universitas Ekasakti, UIN Muhammad Yunus Batusangkar, Universitas Dharma Andalas, UIN Imam Bonjol, dan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Program Studi Ilmu Komunikasi UNP menjadi tuan rumah yang memfasilitasi pertemuan antar perguruan tinggi se-Sumatera Barat ini. Kegiatan ini digelar di Lantai 4, Gedung Laboratorium FIS UNP. Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Dr. S. Bekti Istiyanto, M.Si. selaku Ketua Umum ASPIKOM Pusat ini juga turut diramaikan oleh Dr. Sarmiati, M.Si. selaku Ketua ASPIKOM Korwil Sumbar, Afriva Khaidir, SH., M.Hum, MAPA., Ph.D selaku Dekan FIS UNP, Dr. Azmi Fendri, S.H., M. Kn selaku Dekan Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Dharma Andalas, Dr. Irman., S.Ag, M.d selaku Wakil Dekan III Fakultas Usuludin dan Dakwah UIN Muhammad Yunus Batusangkar, dan Dr. Jamilus MPd.I selaku Kepala Jurusan Jurnalistik UIN Muhammad Yunus Batusangkar. Selain itu, turut hadir pula dalam kegiatan ini adalah Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi se-Sumatera Barat, di antaranya dari Universitas Andalas, Univeritas Dharma Andalas, Universitas Ekasakti, Universitas Perintis Indonesia, dan UIN Muhammad Yunus Batusangkar.
Ketua ASPIKOM Pusat membuka dialog dan kuliah umum bersama dengan seluruh dosen yang hadir melalui tema “Bedah Akreditasi dan Kurikulum Menjawab Tantangan Kebijakan Terbaru Permendikbud No. 53 Tahun 2023”. Kebijakan terbaru ini dipandang sebagai standar nasional Pendidikan tinggi yang lebih sederhana. “Jika sebelumnya, standar penelitian dan standar pengabdian kepada masyarakat terdiri atas delapan standar. Maka pada Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, standar penelitian dan pengabdian masing-masing hanya terdiri atas tiga standar yaitu standar luaran, standar proses, dan standar masukan,” tegas Ketua Aspikom.
Hal lain yang dibicarakan dalam pertemuan ini adalah bentuk tugas akhir yang akhirnya dapat berbentuk prototipe, proyek, atau bentuk lainnya, dan tidak hanya skripsi/tesis/disertasi.
“Hal ini tentu membuat program studi memiliki keleluasaan dalam menentukan bentuk tugas akhir yang dirancang untuk mahasiswa karena akhirnya prodi jadi punya banyak pilihan,” jelas Bekti Istiyanto.
Selain menggelar diskusi bersama, kegiatan ini juga turut memfasilitasi penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antar fakultas dan juga perjanjian kerja sama antar Prodi Ilmu Komunikasi sewilayah Sumatera Barat.
Penandatanganan ini masing-masing diwakili oleh Dekan dan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi yang hadir, serta disaksikan oleh pihak ASPIKOM.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, Afriva Khaidir, S.H., M.Hum., MAPA., Ph.D. Melalui kesempatan ini, Dekan FIS UNP mengapresiasi kegiatan pertama yang digelar oleh Prodi Ilmu Komunikasi UNP yang juga menggandeng mahasiswa barunya. Sebagai prodi baru di UNP, mahasiswa yang terlibat di kegiatan ini adalah mahasiswa angkatan pertama.
“Sistem seleksi mahasiswa Ilmu Komunikasi telah mengikuti sistem seleksi yang berjalan dan berlaku secara nasional. Mulai dari SNBP, SNBT, dan Mandiri. Artinya, mahasiswa-mahasiswa baru Ilmu Komunikasi angkatan pertama ini adalah anak-anak terbaik yang telah melewati saringan ketat dan merekalah yang hari ini telah terlibat aktif menyukseskan kegiatan kita saat ini,” ungkap Dekan FIS UNP.  (mp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini